78 Warga Kendal Terserang DBD, Satu Meninggal

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal minta kepada masyarakat Kendal agar waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, pada musim penghujan sekarang ini, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk aides aigepty tersebut mulai merajalela hampir di seluruh daerah di Kendal.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, selama dua bulan terakhir ini tercatat ada 78 warga yang terkena penyakit DBD. Dari 78 kasus tersebut, satu diantaranya tidak tertolong alias meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kendal, Ariani Wardiati mengatakan, data tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari masing-masing puskesmas dan rumah sakit daerah. Dia berharap, agar masyarakat dapat berperilaku hidup sehat.

Dengan cara membersihkan lingkungan sekitarnya agar tidak menjadi sarang-sarang nyamuk. Selain itu melakukan 3M, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup dan membersihkan lingkungan serta mengubur barang-barang bekas dan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang berkembangnya nyamuk.

“Dengan hidup sehat, setidaknya dapat mencegah bibit penyakit seperti yang ditimbulkan oleh nyamuk. Sebab, nyamuk lebih senang dan menyukai tempat-tempat yang gelap dan lembab,” tandasnya.

Sementara itu, Humas RSUD dr Soewondo Kendal, Endang Setyorini mengatakan, di RSUD dr Soewondo saat ini ada tiga pasien yang terjangkit penyakit DBD. Selama ini, pasien tidak masuk secara bersamaan, melainkan silih berganti.

Sebagian besar pasien yang terserang DBD ini, mengaku awalnya hanya pusing kepala disertai demam dan mual-mual. Bahkan rata-rata penderita demam berdarah ini ketika mengalami gejala tersebut tidak langsung pergi ke puskesmas ataupun ke rumah sakit.

“Namun, jika warga sudah merasa tidak kuat dan sudah masuk fase parah, mereka baru pergi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” bebernya.

Terpisah, Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, Farid Hermawan menyatakan pasien DBD mengalami peningkatan drastis sejak awal Desember lalu. Terhitung hingga saat ini ada  sebanyak 30 pasien yang terjangkit penyakit DBD. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *