Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kendal Tinggi, ini Masukan Dewan

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com – Berdasarkan pemaparan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, dr. Widodo Moh Soetomo, Angka Kematian Ibu (AKI) naik menjadi 23 Jiwa sepanjang tahun 2015, dari sebelumnya 19 Jiwa pada tahun 2014. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 160 Jiwa pada tahun 2015 lalu.

“Tahun 2015 di Jateng, kami urutan kedelapan AKI terbanyak, sedangkan AKB Kendal urutan ke limabelas di Jateng” papar Widodo kepada sejumlah anggota Komisi E DPRD Jateng yang melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kendal pada Rabu (13/1).

Bacaan Lainnya

Usai pemaparan, sejumlah Anggota Dewan yang membidangi Kesejahteraan Sosial tersebut, dipimpin Sekertaris Komisi, Hasan Asy’ari, memberikan masukan kepada sejumlah audiens. Turut hadir Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Jateng, Djoko Mardijanto, juga beberapa perwakilan dari Biro Bina Sosial.

Masukan pertama mengenai kaitan AKI dengan tingkat kesejahteraan khususnya rumah layak huni. Hal ini dikemukakan Hasan Asy’ari dari Fraksi PKB, “Dinkes juga harus punya data dan pemetaan kelayakan tempat tinggal, jika benar ada kaitannya angka kematian dengan ketidaklayakan tempat tinggal maka ini menjadi masukan berarti untuk dinas terkait” pungkasnya.

Selanjutnya anggota Komisi E, Muh Zein dari Fraksi PKB menyampaikan mengenai program pendampingan ibu hamil yang dicanangkan pemerintah. “Posyandu perlu berburu ibu hamil, program ini perlu dikawal”.

Sementara itu, Anggota lain, Farida Rahmah dari Fraksi Partai Golkar keberatan dengan Angka Target kematian yang ditetapkan, “Kalo kematian, target harus zero, meskipun itu kaitannya dengan takdir ya, tapi target tidak boleh ada angka” protesnya. Selain itu Farida juga menekankan kepada Dinkes untuk memanfaatkan betul APBD yang ada untuk tenaga Posyandu yang notabene ujung tombak.

Masukan lainnya mengenai kesiapan psikis keluarga khususnya calon ibu, datang dari Anggota Komisi dari Fraksi PKS, Rusman. Menurutnya masalah AKI dan AKB merupakan tanggungjawab bersama. “Pasangan muda karena hamil diluar nikah misalnya, akan lebih rentan dalam hal ini, karena secara psikologis tidak siap” terang Rusman.

Senada dengan Farida, Anggota komisi dari Fraksi PKS, Karsono, juga menyayangkan anggaran untuk puskesmas terutama anggaran lembur malam, selama ini hanya anggaran untuk dinas siang saja. Selain itu Karsono juga menyampaikan pentingnya wawasan masyarakat mengenai checkup kehamilan. (JN17/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *