Pelaporan Peserta BPJS PBI Yang Meninggal Minim

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat pelaporan terhadap peserta BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI) yang meninggal dunia hingga kini masih minim sehingga berpotensi memboroskan anggaran pemerintah daerah.

“Jika kami tidak mengetahui adanya peserta program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang kini dialihkan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meninggal dunia, tentunya setiap bulannya pemerintah daerah masih dibebani untuk membayar iurannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Maryata melalui Kepala Bidang Kemitraan dan Promosi Kesehatan Mustianik di Kudus, Rabu.

Bacaan Lainnya

Padahal, kata dia, sebelumnya sudah ada sosialisasi terhadap pemegang kartu BPJS Kesehatan PBI agar memberitahukan kepada DKK jika ada yang meninggal dunia atau pindah domisili.

Pelaporan tersebut, kata dia, terkait dengan pembayaran iuran setiap bulannya.

“Ketika dilaporkan, tentunya untuk sementara tidak perlu dibayarkan sebelum ada penggantinya,” ujarnya.

Selama ini, DKK hanya mendapatkan laporan ketika ada peserta BPJS Kesehatan PBI yang hendak pindah domisili karena di tempat tinggal yang baru ketika hendak mendaftar BPJS Kesehatan biasanya harus disertai dengan surat pengantar dari daerah asal.

Untuk peserta BPJS Kesehatan PBI yang meninggal dunia, kata dia, selama ini banyak tidak dilaporkan.

Untuk itu, DKK masih harus melakukan verifikasi data di masyarakat guna memastikan kemungkinan adanya peserta BPJS Kesehatan PBI yang meninggal dunia.

Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk mengetahui kemungkinan adanya warga yang memang kurang mampu namun belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI.

“Ketika ada yang meninggal atau pindah domisili, biasanya akan digantikan oleh warga lain yang belum terdaftar dan memenuhi syarat,” ujarnya.

Ia berharap, kepala desa beserta perangkat maupun pengurus RT dan RW bersedia melaporkannya ketika ada warganya yang termasuk sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI meninggal dunia atau pindah alamat.

Penggantinya, kata dia, bisa diusulkan dari warga desa setempat dengan catatan memenuhi persyaratan.

Jumlah warga miskin yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI yang ditanggung oleh APBD Kudus 24.369 orang, sedangkan ditanggung oleh APBD Provinsi 2.771 orang.

Para peserta BPJS Kesehatan tersebut, kata dia, saat ini sudah menerima kartu BPJS Kesehatan sejak April 2015 setelah didaftarkan secara bertahap.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *