Balita Penderita HIV/AIDS Dikucilkan

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Perlakuan diskriminasi dialami sejumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Semarang. Bahkan seorang balita di Tuntang dan sekolah di PAUD ,dikucilkan dari pergaulan karena diduga mengidap HIV.

Tidak hanya itu, para orang tua siswa juga minta pada pihak sekolah menjauhkan bocah yang diduga pengidap HIV dari siswa lainnya.

Bacaan Lainnya

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Semarang, Heru Purwantoro, mengaku telah menerima laporan diskriminasi tersebut. Dirinya menyatakan sangat prihatin atas kondisi masyarakat yang jusru mengucilkan para penderita.

“Memang lingkungan penderita HIV/AIDS biasanya diberitahu,  hal ini sebenarnya dilakukan agar bagaimana lingkungan sekitar mendukung bersangkutan untuk semangat (hidup) dan minum obat yang telah disediakan pemerintah,” ungkap Heru di Ungaran, Kamis (14/1).

Menurut Heru, masyarakat sekitar lingkungan justru keliru kalau mengucilkan ibu dan anak pengidap HIV/AIDS. Heru dan jajarannya dalam waktu dekat akan koordinasi dengan pemerintahan desa dan kecamatan untuk melakukan pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS di lingkungan  sekitar ibu dan anak ini.

“Kami akan lakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman tetang HIV/AIDS di lingkungan sekitar ini, agar anak yang masih kecil ini mendapatkan dukungan dan perlakuan layaknya anak-anak lain,” pungkasnya.

Heru menyadari selama ini memang tidak sedikit warga di Kabupaten Semarang baik masyarakat umum maupun penderita kurang paham pada HIV/AIDS.

Dicontohkan sebuah keluarga terdiri dari 5 orang di Kecamatan Bergas, bapak, ibu dan tiga anaknya mengidap HIV. Saat ini 4 dari lima orang ini telah meninggal, tinggal anak bungsunya. “Selama mengidap mereka tidak mau kita beri obat HIV, ARV. Akibatnya kekebalan tubuhnya semakin menurun dan meninggal dunia. Padahal telah didampingi dan pemerintah telah memberikan obat ini secara gratis seumur hidup,” ungkapnya.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *