Tarif Angkutan di Ungaran Turun 5 Persen

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang intruksikan agar seluruh awak angkutan umum menerapkan tarif yang sudah ditentukan pemerintah per Jumat (15/1) hari ini. Jika diketahui ada awak angkutan umum yangmbandel tidak mau menerapkan tarif sesuai anturan akan diberi sanksi pembinaan. 

Ketua Organda Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa mengatakan, masalah tarif sudah dilakukan pembahasan Rabu (13/1) lalu bersama dengan Dishubkominfo Kabupaten Semarang. Dalam pembahasan tersebut tarif angkutan turun lima persen dari tarif lama. Hal itu dilakukan pasca diturunkannya harga bahan bakar minyak (BBM)per Selasa (5/1) pukul 00.00 WIB lalu.

Bacaan Lainnya

“Prinsipnya kami mendukung keputusan pemerintah dan sudah kami sampaikan kepada anggota. Tarif baru mulai berlaku besok (Jumat (15/1) hari ini). Jika masih ada yang menerapkan tarif lama kami pengurus akan menyerahkan pada Dishubkominfo untuk memberikan pembinaan pada mereka yang tidak patuh,” ungkapnya, Kamis (14/1).

Hadi juga berharap para awak angkutan memasang pengumuman tarif baru tersebut pada kendaraannya. “Sehingga masyarakat tahu berapa tarif angkutan yang sudah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Sementara itu Kabid Angkutan Dishubkominfo Kabupaten Semarang Wahyu Jatmiko menjelaskan,  penurunan tarif angkutan umum itu menindaklanjuti instruksi Kementerian Perhubungan dan Gubernur Jateng menyusul penurunan harga BBM.

“Tarif angkutan turun lima persen dari tarif lama atau sebesar Rp176 per kilometer per penumpang. Seperti trayek Salatiga – Ungaran, turunnya sekitar Rp100 dari Rp4.000 – Rp5.000 per penumpang,” ungkapnya.

Sedangkan sejumlah awak angkutan masih ada yang belum tahu adanya perubahan tarif yang diturunkan sebesar lima persen dari tarif lama. Para awak angkutan tidak keberatan adanya penurunan tarif angkutan. Hanya saja mereka berharap penurunan tarif tidak sampai memberatkan biaya operasional para awak dan pengusaha angkutan umum. Sebab saat ini jumlah angkutan semakin banyak sedangkan jumlah penumpang menurun.

“Sekarang ini sepi penumpang mas. Sehari kerja hanya bisa bawa uang Rp18.000, karena uang yang didapat habis untuk operasional,” kata Suratmin, 30, awak angkutan Ungaran-Salatiga. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *