Warga Kendal Menjadi Korban Bom Sarinah

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com— Salah seorang warga Kendal ikut menjadi korban ledakan bom di Kawasan Sarinah, Jl.Tamrin, Jakarta yang terjadi Kamis (14/1). Anggun Kartika Sari, salah seorang korban luka adalah pasangan Haryanto- Sri Muluyani, warga Desa Cepiring RT 02/RW 02, Kecamatan Cepiring, Kendal.

 Ditemui dirumahnya, di Desa Cepiring, RT 02/RW 02, Kecamatan Cepiring, Haryanto bersama istrinya tengah bersiap untuk berangkat ke Jakarta. Sebagai ibu, Sri Mulyani  ingin segera mengetahui kondisi Anggun, putri ke dua dari tiga anak yang dilahirkannya.

Bacaan Lainnya

“Kami sebenarnya sudah ingin berangkat ke Jakarta naik pesawat. Semua sudah siap, tapi barusan dikabari jika tiket ke Jakarta sudah habis. Baru ada besok, jadi kami berangkat besok (Jumat, 15/1) pagi-pagi, jam 6 pagi lewat Bandara Ahmad Yani,” kata Mulyani, Kamis (14/1).

 Diakuinya, awalnya ia sempat tidak percaya saat mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku perawat RS TNI AD Gatot Subroto, Jakarta tempat Anggun kini menjalani perawatan. “Telepon itu sekitar pukul 11.00 WIB, saya tidak percaya. Saya pikir itu orang coba-coba menipu untuk minta uang,” tandasnya.

 Tapi setelah melihat televisi, ada kabar ledakan ia baru percaya. Lalu sekitar pukul 13.00 WIB mendapatkan telepon dari sanak famili di Jakarta jika benar Anggun di rawat di RS TNI AD Gatot Subroto.

“Kondisi terakhir, kami dikabari malam ini akan langsung di operasi. Sebab kondisi  kakinya mengalami patah tulang, selain dalam tulang dari hasil rontgen tim medis ada besi atau paku dalam kaki anak saya,” katanya.

Namun ia bersyukur, karena anaknya masih selamat dan hanya mengalami luka di kaki saja. ia berharap lukanya tidak serius dan bisa segera sembuh. “Harapan kami anak kami tidak mengalami cacat permanen. Semua pelaku bisa segera ditangkap, diadili dan dihukum seberat-beratnya,” tambahnya.

Sementara, ayah korban Haryanto mengaku jika putri kesayangannya itu ke rumah sanak familinya di daerah Condet, Jakarta Timur. Tujuannya adalah untuk refresing dan melamar kerja. “Nah pagi tadi katanya ke kawasan Sarinah, mau melamar kerja di sebuah Resto Jepang,” katanya.

Haryanto menceritakan, jika Tika (sapaan akrab anaknya, Red) pergi ke Sarinah bersama sepupunya Riko mengendarai sepeda motor. Tika kemudian memasukkan lamaran ke salah satu kantor di kawasan tersebut.

Saat keluar, Tika kebingungann mencari sepupunya Riko yang tidak ada ditempat parkiran. Lalu ia berjalan-jalan untuk mencari sepupunya dan tiba-tiba terjadi ledakan di pos polisi, Tika terkena ledakan tersebut.

“Anak saya kemudian diselamatkan oleh tukang ojek. Lalu Dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara Riko kabarnya sampai petang ini belum ditemukan keberadaannya,” paparnya.

Diakui Haryanto, Putrinya yang merupakan lulusan Satrata Satu (S1) Bahasa Jepang, Universitas Negeri Semarang. Tika sempat stress lantaran tertipu saat melamar kerja di sebuah PJTKI  dengan tujuan Jepang. “Sudah keluar uang 34 juta dan menunggu berbulan-bulan ternyata orangnya malah kabur,” tandasnya.

Lantaran tak tega melihat putrinya murung, ia menyuruh anaknya ke Jakarta untuk refresing sembari mencari kerja. “Sudah berada di Jakarta selama 10 hari ini. Di Jakarta tinggal bersama adik saya, karena banyak saudara saya yang tinggal di Jakarta,” akunya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *