6 KK di Boyolali Menghilang

  • Whatsapp

BOYOLALI, Jowonews.com – Sebanyak 14 orang dari enam kepala keluarga (KK) warga Dukuh Jlobog, Desa Gunungsari, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali menghilang. Mereka dari dua keluarga besar. Belum diketahui kemana mereka pergi dan sampai saat ini belum kembali ke kampung.

Diduga mereka menjadi anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mereka diketahui sudah meninggalkan rumahnya di Dukuh Jlobog, Desa Gunungsari sejak 21 Agustus 2015 lalu. Menurut informasi, di dukuh tersebut ada jejak organisasi masyarakat (Ormas) Gafatar.

Bacaan Lainnya

Informasi wartawan menyebutkan, keluarga yang menghilang tersebut yakni Rusmin (50) bersama istri, Sri Wanti (45) dan anaknya, Muh Rosidin (16). Kemudian ibunya Rusmin, Rohmi (70). Lalu keluarga Radi (43) beserta istrinya Mbak Is (32), Indra Gunawan (42) bersama istrinya, Kartiyem (45) dan dua anaknya, Nining (18) serta Aditya (12).

Selanjutnya Abdul Rahman (55), namun istrinya tidak ikut. Ny Ratun (70) bersama anaknya Kariyem (35) berikut anak balitanya. Ny Ratun juga orang tua dari Rahman, Radi dan Indra.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Wonosegoro AKP Joko Widodo, mengatakan sejauh ini dari keluarga terdekat tidak ada yang melaporkan ke polisi terkait kepergian mereka atau laporan orang hilang. Pihaknya mengetahui mereka pergi menghilang meninggalkan rumah setelah menelusi jejak mereka di kampung.

Dari penelusurannya, ada jejak Ormas Gafatar pernah ada Dukuh Jlobog pada 2014. Ormass itu beberapa kali menggelar kegiatan seperti pengajian yang diikuti sekitar 20 orang.

“Selama menjalankan aktivitas di kampung, Gafatar ini meresahkan warga karena ajarannya terindikasi sesat. Seperti salat cukup dibatin atau didalam hati dan masih ada Nabi setelah Nabi Muhammad,” kata Joko dihubungi wartawan.

Menurut dia, Pemkab Boyolali pernah memanggil Abdul Rohman yang diduga kuat sebagai pihak yang memfasilitasi Gafatar di Gunungsari. Hasil pertemuan itu Gafatar di Wonosegoro dilarang menjalankan aktivitas karena dinilai sesat oleh warga. Pengurus Gafatar Wonosegoro juga pernah bertemu menyampaikan visi misinya dihadapan anggota Polsek Wonosegoro.

“Kami sampaikan ke mereka bahwa ormas Gafatar di Boyolali tidak terdaftar di kantor Kesbangpol,” jelasnya.

Setelah audiensi itu, imbuh dia, Gafatar di Wonosegoro tidak pernah lagi mengadakan kegiatan. Polsek Wonosegoro juga tidak akan pernah mengeluarkan izin. Terakhir pada Agustus 2015 Abdul Rohman bersama 5 KK pergi meninggalkan rumah sampai sekarang. “Kami tidak tahu keberadaan mereka sampai sekarang dimana,” lanjutnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga jika ada sesuatu yang mencurigakan segera melaporkan ke Polsek.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, mengatakan tidak ada laporan orang hilang dari Wonosegoro. 6 KK itu pergi meninggalkan rumah dan tidak ada keluarga dekat yang melaporkan kehilangan keluarga mereka ke polisi. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *