Kudus Bangun Jalur Lingkar Utara Kurangi Kemacetan

  • Whatsapp
KUDUS, Jowonews.com  – Pemkab Kudus segera membangun Jalan Lingkar Utara Peganjaran-Mijen setelah sempat terhenti lama menyusul sengketa lahan milik warga.
Padahal, pembangunan jalan lingkar tersebut diklaim bisa mengurangi kemacetan hingga 60-an persen.
Ide pembangunan Jalan Lingkar Peganjaran-Mijen sendiri didasarkan atas peningkatan beban jalan khususnya menuju ke jantung Kota Keretek.
Dimulai dari pembangunan Jalan Lingkar Selatan pada tahun 1990-an disusul Jalan Lingkar Tenggara (1994-an), dan kemudian persiapan Jalan Lingkar Peganjaran-Mijen (1998).
Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Sam’ani Intakoris menyatakan, penyediaan lahan untuk jalan lingkar menggunakan program konsolidasi tanah perkotaan (KTP). Melalui program tersebut, pemerintah membantu pembuatan sertifikat dan pengeringan lahan.
”Namun kemudian di lapangan terjadi banyak dinamika terkait status lahan, dan itu di luar kewenangan kita,” katanya.
Selaku instansi teknis, pihaknya hanya menjalankan tugas berupa pembangunan infrastruktur saja. Di luar persoalan tersebut tentu akan dikembalikan kepada masyarakat di sekitarnya. Satu hal yang pasti, saat sekarang rencana jalan Lingkar Penganjaran-Mijen sudah dapat dirasakan.
”Salah satunya, harga tanah di kawasan tersebut meningkat beberapa kali lipat,” imbuhnya.
Terkait manfaat, sarana penghubung sepanjang 5 kilometer tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan arus lalu lintas Jepara – Kudus sebanyak 60 persen. Biaya yang diperlukan untuk pembangunan infrastruktur itu mencapai Rp 47,35 miliar. Mengacu pada rencana awal, pembangunan jalan di kawasan tersebut diharapkan dapat tuntas tahun ini juga. Alokasi sebesar itu berasal dari DAK dan Bangub (Rp 32 miliar).
”Dua untuk jembatan dan dua untuk badan jalan,” imbuhnya.
Alokasi sebesar itu diantaranya untuk pembangunan jembatan Kali Sat dan Kali Kemudi. Satu jembatan lagi yakni Kali Lanang, menurut rencana juga akan disambungkan dengan jalur tersebut.
”Persiapan pembangunan jembatan saat ini sudah menyelesaikan tahap perencanaan,” paparnya.
Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Aron Sebastian ketika dimintai tanggapannya mengenai upaya mengurangi kepadatan arus lalu lintas ke jantung Kota Keretek melalui pembangunan Jalan Lingkar Peganjaran-Mijen, mengaku menyambut baik. Setidaknya, beban jalan Kudus – Pati dapat dikurangi karena sebagian arus lalu lintas dapat dilewatkan sarana penghubung tersebut. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *