Taman Gajah Mada Harus Bebas PKL

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com—Diperlukan pengelolaan yang serius terhadap Taman Gajah Mada yang baru saja selesai dibangun. Hal itu mengingat, taman tersebut bisa menjadi taman paru-paru kota.

Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kendal, Kunto Nugroho HP disela peresemian taman yang dibangun dengan biaya Rp 4,5 miliar dari Kementrian PU. “Jangan sampai timbul kesan hanya untuk menghabiskan anggaran, yakni membangun saja tetapi tidak bisa merawat dan mengelolanya,” ujarnya, Senin (18/1).

Bacaan Lainnya

Beberapa yang perlu diperbaiki yakni, akses jalan yang masih rusak untuk segera diperbaiki. Sebab taman ini menjadi areal publik untuk masyarakat, sehingga masyarakat harus merasakan kenyamanan. “Saya sudah meminta kepada dinas terkait agar akses jalan masuk rusak segera dibenahi,” katanya.

Ditambahkan Kunto, perbaikan akses jalan masuk harus segera dilakukan. Sebab jika tidak segera dikelola dengan baik, maka taman ini tidak ada artinya. “Jadi tidak harus menunggu anggaran tahun depan. Ini (pengelolaan taman, Red) berlalu untuk semua taman, tidak hanya Taman Gajah Mada saja. Sehingga perawatan dan pemeliharaan taman bisa terjaga dengan baik,” paparnya.

Pengelolaan taman ini dilakukan selain merawat tanaman yang ada juga menjaga kenyamanan warga. Hal lain adalah antisipasi terhadap pedagang kaki lima (PKL). Sebab biasanya ditempat keramaian publik selalu bermunculan PKL-PKL baru.

“Jangan sampai nanti di setiap gazebo yang ada di taman ini berubah menjadi kios makanan dan lapak PKL. Jadi harus bersih, tidak boleh PKL beroperasi dan bebas masuk ke taman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Noor Fauzi mengatakan Taman Gajah Mada merupakan bantuan dari Kementerian PU melalui program P2KH. “Pemkab hanya menyediakan lahan untu pembangunan taman ini, anggaran semua dari kementerian,” ujarnya.

Taman seluas 7000 meter persegi ini masih dalam tahap pemeliharaan oleh rekanan. Dinas Ciptaru akan meminta rekanan mengganti sejumlah tanaman yang layu dan mati, dengan tamanan yang baru.

“Untuk pengelolaan nanti kita akan membentuk unit pengelola taman sendiri. Karena di Kendal banyak taman yang juga butuh pengelolaan seperti taman di Langenharjo, Taman Kalireyeng dan Taman lalu Lintas,” imbuhnya.

Fauzi mengatakan, rencana kedepannya setiap kecamatan akan didirikan taman serupa untuk ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar bisa menjadi hutan kota dan lokasi publik bagi masyarakat.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *