Damayanti Sebut Gajinya Habis Mayoritas Disetor ke PDIP

  • Whatsapp

BREBES, Jowonews.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Damayanti Wisnu Putranti yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu ternyata pernah mengeluhkan bahwa gajinya di DPR banyak dihabiskan untuk partainya, hal itu diutarakan saat dirinya menghadapi banyak tuntutan dari para konstituennya di daerah pemilihan IX Jawa Tengah (Brebes, Tegal dan Kabupaten Tegal).

 “Mereka menuntut aspirasi untuk pembangunan di daerahnya. Bahkan, tidak sedikit yang memberikan pesan singkat dengan memak-maki,” katanya saat rees dengan para konstituennya di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, akhir Desember tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Damayanti juga menjelaskan bahwa jika gaji pokok sebagai anggota DPR RI terbilang minim dan banyak potongan untuk dibagi- bagi. Dari gaji pokoknya yang sebesar Rp15 juta per bulan, sebanyak Rp12 juta harus disetor ke fraksi PDIP, partainya, dan Rp5 juta untuk Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Tegal sebesar Rp 5 juta. “Artinya, gaji saya minus Rp2 Juta,” tandasnya

Anggota Komisi V ini tertangkap tangan KPK pada Rabu, 13 Januari. Dia diduga telah menerima suap sebanyak tiga kali dengan total 99 ribu dolar Singapura. Uang suap ini diberikan oleh Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama (WTU) Abdul Khoir (AKH).

Dalam proses pemberian suap ini Abdul memberikan secara berulang kali melalui Julia Prasetyarini (UWI) dan Dessy A. Edwin (DAE), yang merupakan staf Damayanti. Suap ini disinyalir terkait pembangunan jalan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2016. (mtv)

Secara terpisah, pendapatan anggota DPR, sejatinya tidaklah yang sesedikit diungkapkan Damayanti. “Gaji anggota parlemen kita itu terbesar keempat di dunia jika dibanding parlemen negara lain. Masih minta naik?” ujar Sekretaris Jenderal Fitra Yenny Soetjipto, Kamis (17/09/2015) lalu saat menanggapi rencana kenaikan tunjangan anggota DPR.

Yenny membeberkan, gaji anggota DPR Indonesia per tahun sebesar Rp800 juta atau sekitar US$65 ribu. Angka ini 18 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduk Indonesia per tahun sebesar US$3.582. “Amerika Serikat saja gaji anggota parlemennya hanya 3,5 kali dari pendapatan per kapita penduduk,” ucap Yenny. “Sedangkan Malaysia sekitar US$ 25 ribu.” (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *