Bangunan Liar PKL Polder Tawang Dibongkar      

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Bangunan liar Pedagang Kaki Lima (PKL) Polder Tawang dibongkar paksa oleh Satpol PP Kota Semarang, Senin (18/1) kemarin. Pembongkaran lantaran PKL selama ini dijadikan ajang untuk tempat karaoke liar di daerah tersebut.

Sebenarnya November tahun lalu PKL Polder Tawang sudah pernah diadakan penertiban. Namun karena PKL membandel dan tetap berjualan, maka  puluhan bangunan PKL kembali dibongkar oleh Satpol PP.

Bacaan Lainnya

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Martanto mengatakan, keberadaan bangunan liar PKL selain mengganggu ketertiban lalu lintas di sekitar jalan tersebut juga saat menjelang malam diduga kerap sebagai tempat karaoke liar.

“Sangat menganggu ketertiban, warga juga banyak yang melapor karena resah bangunan PKL liar sering dijadikan tempat karaoke liar. Hal ini bisa menjadi salah satu sumber kerawanan tindak kejahatan juga,” katanya, kemarin.

Menurutnya, pembongkaran dilakukan karena Polder Tawang sebagai salah satu simbol wisata kota Semarang dan pintu kedatangan tamu yang turun dari Stasiun Tawang. Pihaknya pun berkomitmen untuk menjaga  ketertiban, keindahan dan kenyamanan area tersebut.

“Sehingga langsung kami tertibkan para PKL itu. Meski tidak membuat jera para pedagang akan tetap kami awasi area itu agar tidak kembali digunakan untuk berjualan,” tandasnya.

Sebagai salah satu kawasan wisata, nantinya Satpol PP akan memberikan pengawasan lebih ketat di area tersebut. Hal itu demi kenyamanan para pengunjung yang menjadikan Kota Lama sebagai tujuan wisata.

Pantauan di lapangan, Satpol PP juga menertibakan beberapa jemuran pakaian milik penghuni liar atau pemulung yang berada di Taman Jurnatan.  Hal ini dilakukan lantaran menganggu keindahan taman-taman kota.

 “Taman-taman biasanya digunakan para pemulung dan gelandangan untuk tinggal disana. Sehingga kami akan menertibkan keberadaan mereka agar tidak mengganggu keindahan kota dan agar tidak meresahkan masyarakat,” terangnya.

Polder Tawang dan Taman Jurnatan yang masih menjadi satu komplek dengan Kota Lama kedepannya akan dijaga ketertiban dan keindahannya. Hal ini sebagai program di 2016 Pemkot Semarang untuk merevitalisasi saranma dan prasarana tempat wisata.

“Tahun 2016 Pemkot Semarang akan merevitalisasi sarana dan prasarana sepanjang Jalan Merak. Pot tanaman yang di tengah jalan tersebut akan dipindahkan ditata ulang untuk memperindah kawasan tersebut, sehingga kawasan Kota Lama akan lebih indah dan tertib, wisatawan pun akan lebih nyaman berkunjung,” tambahnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *