Banyak Kritik, Sekolah Lima Hari  Tetap Jalan Terus

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Kebijakan sekolah lima hari di beberapa daerah Jawa Tengah belakangan menuai pro kontra. Di Kota Semarang meski banyak kritikan, namun kebijakan itu tidak akan dihentikan atau tetap jalan terus.

Dinas Pendidikan Kota Semarang menyampaikan bahwa sekolah lima hari memang ada kekurangannya. Namun karena banyak sisi positifnya, maka sekolah lima hari tetap akan dijalankan.

Bacaan Lainnya

“Sekolah lima hari akan terus kita tingkatkan, bahkan hingga tahun depan. Ini kan justru ada sisi positifnya saat hari Sabtu siswa sudah bisa beristirahat libur tidak sekolah. Mereka bahkan juga bisa belajar di rumah dan membantu orangtua bagi yang perempuan bisa bantu memasak dan lain-lain,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, Senin (18/1).

Menurutnya, waktu Sabtu dan Minggu siswa berada di rumah mereka juga bisa mengintensifkan berkumpul dengan keluarga. Anjuran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo setidaknya juga sangat baik lewat sekolah lima hari. Dan saat ini sudah banyak sekolah yang sudah memberlakukan dan hampir semua di Semarang termasuk seluruh Jateng.

Menanggapi hal ini, Siswati, salah satu orangtua siswa SMA Negeri di Semarang kepada wartawan kurang sependapat adanya sekolah lima hari. Karena biasanya siswa pulangnya lebih awal dan sekarang sore hari baru pulang. “Saya sebenarnya kasian anak saya dan kalau menjelang magrib biasanya sudah mengantuk. Tetapi ini saya paksa anak agar terus belajar jangan malas-malasan,” jelasnya.

Senada dikatakan Sri Wahyuni, yang juga wali murid SMA Negeri di Semarang juga hanya bisa pasrah. Karena ini aturan dari pemerintah pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Memang sekolah lima hari jamnya seperti dipadatkan dan harus pulang hingga sore hari. Kalau dari sisi pikiran dan fisik memang kasihan anak harus diforsir pulang hingga sore hari,” imbuhnya.

Agus, orangtua siswa SMA Negeri 5 Semarang justru senang adanya sekolah lima hari karena pada Sabtu siswa libur bisa seharian di rumah. “Kalau saya setuju instruksi dari gubernur dan ini seperti sekolah lain yang ada di ibukota sudah maju,” pungkasnya.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *