Garam tak Beryodium Beredar di Kendal

  • Whatsapp

KENDAL,Jowonews.com – Garam tanpa kandungan zat yodium banyak beredar di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kendal. Padahal, jika dikonsumsi garam ini dapat membahayakan kehamilan dan memperlambat pertumbuhan anak-anak.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Saikhu. Menurutnya, setiap tahun pihaknya melakukan tes kandungan garam yang dijual di pasar.

Bacaan Lainnya

Sejauh ini masih banyak ditemukan garam dengan berbagai merek namun tidak memiliki kandungan zat yodium. “Memang ada yang sudah memiliki kandungan zat yodium cukup. Tapi masih banyak yang kurang, atau bahkan tidak mengandung zat yodium sama sekali,” ujarnya, Rabu (20/1).

Dari sekitar 62 merek garam yang beredar di Kabupaten Kendal, ada 40 merek yang cukup memiliki kandungan zat yodium, 14 merek kurang kandungan zat yodium, serta 8 merek tidak ada kandungan zat yodium.

“Biasanya kami melakukan razia atau tes kandungan garam pada bulan Mei dan Juni. Terutama sasarannya adalah beberapa pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kendal,” lanjutnya.

Kendati banyak ditemukannya garam tak mengandung zat yodium, pihaknya hanya bisa memberikan pembinaan. Untuk menyita atau membawa ke ranah hukum, belum bisa. Karena tidak ada Perbup atau Perda yang menjadi pedoman penindakan.

“Kami sudah mengusulkan kepada pihak Pemkab terkait hal ini untuk segera membuat Perbup-nya. Mengenai Perda sendiri, saat ini masih kami pertimbangkan,” ulasnya.

Sementara itu, Kasi Gizi Bagian Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Endang Jumini menambahkan, merek garam yang tak beryodium tersebut diproduksi dari luar Kabupaten Kendal. “Garam tak memiliki kandungan zat yodium ini seperti berasal dari Pati dan daerah lainnya,” imbuh Endang.

Sejauh ini, pihaknya sudah menyurati Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menindaklanjuti temuan tersebut. “Tapi sampai sekarang belum ada respon positif. Karena perizinan produksi itu yang mempunyai wewenang provinsi,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan memberi pengarahan kepada masyarakat. Hal itu agar masyarakat bisa membeli dan mengkonsumsi garam yang beryodium cukup. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *