Ribuan Guru di Jepara Belum Terima Tamsil

  • Whatsapp

JEPARA, Jowonews.com– Sudah lebih dari setengah tahun ini, sebanyak 1.160 guru di Kabupaten Jepara, belum menerima tunjangan tambahan penghasilan alias Tamsil.  Ribuan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) non sertifikasi itu belum menerima sejak Juli 2015 lalu. 

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ali Maftuh mengungkapkan, belum dicairkannya anggaran Tamsil untuk para guru dikarenakan anggaran dari pemerintah pusat tersendat. Kebutuhan anggaran untuk Tamsil guru ASN non sertifikasi tahun 2015 lebih dari Rp 3 Miliar. Sementara sisa anggaran untuk Tamsil tahun 2014 hanya Rp1,5 miliar.

Bacaan Lainnya

“Untuk tahun 2015 dari pusat hanya dianggarkan sekitar Rp 800 juta, sehingga sejak Juli lalu sudah tidak  ada anggaran lagi,” katanya, Rabu (20/1).

Ali belum dapat memastikan kapan Tamsil yang besarnya Rp 250 ribu per bulan dari pemerintah pusat itu bisa dicairkan. Upaya meminta tambahan anggaran melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan tak membuahkan hasil.

Sementara itu, tunjangan fungsional bagi guru tidak tetap (GTT) dari pemerintah pusat, Ali tidak banyak tahu. Itu lantaran, pengalokasian anggaran tunjangan fungsional dan kuota GTT yang menerima tunjungan yang menentukan pemerintah pusat. Tidak semua GTT menerima tunjangan fungsional.

Kriteria GTT yang bisa mendapatkan tunjangan fungsional, di antaranya yang mulai tugas mengajar pada tahun 2005. Kemudian bagi GTT yang sudah memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). Serta untuk GTT yang mengajar sebanyak 24 jam pelajaran dalam sepekan.  “Sejauh ini, terkait dengan Tamsil, kita hanya bisa berharap guru penerima bisa bersabar dulu,” katanya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *