DED Johar Telan Rp 1,6 M

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperkirakan butuh waktu hingga satu tahun untuk membuat detail engineering design (DED) pembangunan Pasar Johar yang terbakar. Kebutuhan anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut mencapai Rp1,642 miliar.

Sekretaris Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang Irwansyah mengatakan, untuk membuat DED revitalisasi Pasar Johar sedang disiapkan Kerangka Acuan Kerjanya (KAK).

Bacaan Lainnya

Awal Februari nanti, diharapkan sudah bisa dilelangkan di Unit Pengadaan Lelang (ULP) Pemkot Semarang.

Ia berharap, kegiatan lelang nanti bisa diikuti oleh banyak peserta yang benar-benar kompeten. Karena revitalisasi Pasar Johar, bukan pekerjaan sepele. Pasar ini merupakan bangunan cagar budaya yang pernah menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara.

‘’Sempat juga menjadi acuan pasar tradisional di Indonesia dan menampung ribuan pedagang,’’ kata Irwansyah, Kamis (21/1).

Dalam pembuatan DED, ia meminta peserta pemenang nanti mengadakan kegiatan workshop untuk mendapat banyak masukan. Pemkot sendiri akan melibatkan Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemerintah Pusat.

Alokasi untuk DED ini sebesar Rp1,642 miliar di anggaran murni 2016. Selain DED, ada kajian kajian analisis dampak lingkungan (amdal) Rp400 juta, dan kajian analisis dampak lalu lintas (andalalin) Rp150 juta. ‘’Total anggaran semua kajian dan DED sekitar Rp2,2 miliar,’’ tukasnya.

Ia mengharapkan, bangunan Pasar Johar sebagian besar bisa dipertahankan. Tapi hal itu akan dilihat dari hasil kajian. Kalau tidak layak, maka akan dibongkar.

Tapi yang merupakan bangunan cagar budaya akan dikembalikan seperti semula. Pemanfaatannya setelah dibangun juga akan dikembalikan seperti pada awalnya.

Jika nanti ada bangunan baru, maka juga diharuskan konstekstual dengan bangunan lama. Namun pembangunan menjadi berapa lantai dan seperti apa bentuknya, ditegaskan menunggu DED dan semua kajian jadi.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang, M Farchan mengatakan, konsep pembangunan Pasar Johar ke depan tetap mengacu pada konsep bangunan Pasar Johar lama. Dibangun dengan memperhatikan fungsi heritagedan tetap akan menjadi pasar tradisional.

Ia memberikan gambaran dalam pembuatan DED, yakni harus berpijak pada tiga kawasan yang ada. Yakni kawasan Pasar Johar, kawasan alun-alun, dan kawasan Masjid Besar Kauman, yang menjadi simpul untuk mempertahankan identitas Pasar Johar.

‘’Tiga kawasan itu juga harus saling mendukung tanpa menenggelamkan salah satu fungsi kawasan,’’ tegasnya.

Pasar Johar juga terdiri atas enam blok. Yakni blok Yaik Baru, Yaik Permai, Johar Utara/Tengah, Johar Selatan, Kanjengan, dan Pungkuran. Untuk Johar Utara/Selatan rencananya akan dibiayai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sementara Yaik Baru dan Yaik Permai diusulkan pembiayaannya kepada Kementerian Perdagangan dan Perindustrian.

‘’Adapun Pungkuran dan Kanjengan rencananya dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Johar Selatan oleh Pemkot Semarang,’’ terangnya.

Farchan menegaskan, Pasar Johar ke depan juga harus memperharikan penangana drainase kawasan, masalah perparkiran, penanganan sampah, penanganan air limbah, penanganan air bersih, dan proteksi kebakaran. Selain itu, juga harus ada penambahan ruang terbuka hijau, sub terminal angkot maupun bus, dan tempat bongkar muat barang.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko mengatakan, sambil menunggu proses DED, Pasar Johar akan ditutup dan dilarang ada aktifitas berdagang setelah semua korban kebakaran pindah di pasar sementara.

Kegiatan pembersihan Pasar Johar saat ini juga sudah mulai dilakukan. Dari pantauan di lapangan, puing bangunan Pasar Johar yang terkena musibah kebakaran mulai dibongkar untuk dibersihkan. Pembersihan di antaranya di lokasi bangunan Yaik lama. Petugas terlihat mengambili besi baja untuk dijual sebagai rongsokan.

Bangunan Pasar Johar yang berdiri tahun 1937 dan merupakan desain dari Thomas Karsten tersebut, masih berdiri kokoh. Namun demikian di beberapa sisi tembok bangunan sudah ada yang mengelupas.

Sejumlah petugas menggunakan mesin las memotongi besi baja bekas rangka pasar. Setidaknya ada 10 orang yang melakukannya di bangunan Yaik lama. Di bangunan yang sudah kosong dari aktifitas pedagang tersebut, bangunan tampak sudah rapuh.

Menurut Solikin, mandor pembongkaran, pembongkaran bangunan Pasar Johar telah mendapat ijin dari Pemkot Semarang. ‘’Untuk saat ini pembongkaran baru dilakukan di bagian atap yang diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 10 hari,’’ katanya.

Setelah atap selesai, selanjutnya akan dilakukan pembongkaran dak lantai pasar, dan seluruh bangunan pasar yang diperkirakan akan memakan waktu hingga 3 bulan. Sisa besi baja sendiri rencananya akan kembali dijual sebagi rongsokan ke tengkulak.

Ia menambahkan, pembongkaran hanya akan dilakukan di bangunan pasar Yaik saja. Sedangkan di bangunan Pasar Johar lama tidak akan dilakukan pembongkaran, karena merupakan bangunan cagar budaya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *