Pengelolaan Terminal Bawen Kurang Maksimal

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com –Terminal Bawen, Kabupaten Semarang, yang baru selesai direnovasi sekarang ini kondisinya semprawut. Bahkan bus-bus jarang yang masuk ke terminal yang menyebabkan pedagang makanan dan penjual tiket di terminal sepi pembeli.

Kondisi ini diduga disebabkan, pengelolaan terminal oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang dinilai kurang maksimal.

Bacaan Lainnya

Ketua Paguyuban Pekerja Terminal Bawen (PPTB), Agus Suroto mengatakan, kondisi terminal saat ini memang masih dalam masa revitalisasi.

Kendati demikian menurut Agus, Dishubkominfo sebagai pengelola terminal masih bisa memaksimalkan pengelolaan. Misalnya menata rambu-rambu dan mengatur rekayasa lalulintas bus dan kendaraan pribadi yang masuk.

“Rambu-rambu pengarah Solo-Jogja di pasang di pintu masuk, akibatnya kendaraan pribadi pada masuk ke terminal. Ini jadi semrawut dan rawan kecelakaan. karena bercampur dengan lalulintas bus. Seharusnya petugas Dishubkominfo melakukan pengelolaan secara maksimal,” tutur Agus, Kamis (21/1).

Agus menambahkan, saat ini proyek revitalisasi terminal sudah selesai. Kendati masih ada pagar seng bekas proyek yang belum dilepas.

Dishubkominfo semestinya harus sudah melakukan pengelolaan terminal dengan baik. Salah satunya dengan memaksa bus-bus untuk masuk ke terminal.

Sebab sampai saat ini jarang sekali bus-bus masuk ke terminal. Awak bus lebih memilih tidak masuk terminal dan melemparkan retribusi yang ditarik di luar terminal.

“Kalau bus-bus tidak dipaksa masuk, nantinya mereka males masuk terminal. Akibatnya terminal jadi sepi, lihat saja sekarang ini terminalnya sepi. Pedagang makanan dan tiket jadi terimbas, dagangannya jadi tidak laku. Kami minta Bupati segera menyikapi hal ini,” ujarnya. 

Sementara itu pedagang Soto Terminal Bawen, Subandriyah, 45, warga KupangLor Ambarawa mengeluh sepinya terminal. Menurut Subandriyah, kondisi terminal saat ini sepi karena petugas sepertinya tidak mewajibkan bus untuk masuk terminal. Sehingga setiap harinya jarang sekali bus yang masuk terminal.

“Kalau jarang bus masuk, tentu terminal sepi. Akhirnya dagangan saya tidak laku, karena naik turunnya penumpang di luar terminal. Kondisi ini sudah saya alami hampir satu tahun,” keluhnya.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto mengatakan, saat ini terminal masih dalam perbaikan. Pihaknya juga sudah meminta petugas Dishubkominfo di Terminal Bawen untuk menggiring angkutan umum masuk terminal dengan bersinergi bersama Organda.

“Sehingga dengan begitu fungsi terminal dapat dioptimalkan. Kami juga berharap ada kesadaran perusahaan otobus maupun angkutan umum untuk masuk terminal. Kalau terminal difungsikan dengan baik tentu pedagang akan laku dagangannya,” ungkapnya.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *