FPKB Harapkan BBWSSO Keruk Sungai Gun Sheiro

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak Yogyakarta segera melakukan pengerukan Sungai Gun Sheiro karena sudah dangkal.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kulon Progo Sihabudin di Kulon Progo, Jumat, mengatakan lima tahun terakhir, lahan pertanian seluas 3.000 hektare di Kecamatan Galur dan Panjatan sering terendam banjir akibat pendangkalan Sungai Gun Sheiro.

Bacaan Lainnya

“Kami mengharapkan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) melakukan pengerukan Sungai Gun Sheiro. Selain itu, kami berharap Pemkab Kulon Progo memperbaiki jaringan-jaringan irigasi sekunder yang rusak,” kata Sihabudin.

Ia mengatakan Kecamatan Galur dan Panjatan merupakan lumbung padi terbesar, setelah Kecamatan Nanggulan. Perbaikan saluran irigasi dan pengerukan Sungai Gun Sheiro menjadi hal mendesak, untuk peningkatakan produksi padi.

“Kami mendapatkan keluhan dari petani saat reses anggota dewan, beberapa waktu lalu. Kondisi pendangkalan Sungai Gun Sheiro sudah parah, khususnya di hilir,” kata Sihabudin yang merupakan politisi dari daerah pemilihan Galur-Lendah-Panjatan ini.

Selain itu, ia berharap Pemkab Kulon Progo melakukan pengerukan Pulau Pete yang berada di Desa Banaran, Kecamatan Galur. Kalau Pulau Pete tidak dikeruk, juga menyebabkan banjir.

“Pendangkalan Pulau Pete juga menyebabkan banjir, dan mengancam lahan pertanian,” katanya.

Menurut dia, Pulau Pete juga dapat menjadi tempat wisata bagus, seperti Grand Cannon di Purwakerto, Jawa Tengah. Disekelilingnya dapat menjadi tempat bermain dengan suasana alam.

Selain itu, di Banaran yang berdekatan dengan Pantai Trisik menjadi tempat singgah burung kutub yang melakukan migrasi. Burung kutub singgah sekitar Agustus-September selama satu minggu.

“Grand Cannon dan burung kutub akan menjadi daya tarik sendiri untuk pengembangan wisata di Galur. Kedepan, Pantai Trisik menjadi salah satu pantai yang dapat dikembangkan, setelah ada bandara,” katanya.

Anggota FPKB Nur Eni Rahayu mengatakan wilayah selatan selalu menjadi langganan banjir karena pendangkalan Sungai Gun Sheiro. Hal ini menjadi persoalan serius yang segera diatasi.

“Kewenangan pengerukan Sungai Gun Sheiro berada di BBWSSO Yogyakarta, dan kami minta pemkab melakukan koordinasi dengan mereka. Sehingga, masalah banjir wilayah selatan dapat diatasi,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *