Musim Hujan, Sampah Meningkat 10 Persen

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Selama musim penghujan ini, sampah di wilayah Kabupaten Semarang meningkat sekitar 10 persen dari musim panas. Peningkatan itu dipengaruhi karena selama musim hujan banyak buah dan sayur yang mudah busuk.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kebersihan dan Taman Dinas PU dan Kebersihan Kabupaten Semarang, Pranoto, Jumat (22/1). “Selama musim hujan ini peningkatan volume sampah meningkat dari awalnya sebanyak 320 meter kubik per hari, kini meningkat 10 persen menjadi 350 meter kubik per hari,”ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Peningkatan paling banyak dari sampah di pasar-pasar dan rumah tangga. “Mungkin karena selama musim hujan sayuran dan buah lebih mudah membusuk dibandingkan saat musim panas. Pada umumnya memang paling banyak peningkatan dari sampah organik,” ujarnya.

Sementara itu selama Natal dan tahun baru kemarin sampah didominasi sampah non organik seperti platik, dan kertas. “Selain musim sampah ini dipengaruhi dengan aktivitas masyarakat saat itu,” ungkapnya.

Meskipun volume sampah semakin banyak, jajaran kebersihan tetap berusaha mengangkut sampah yang terkumpul di tempat pembuangan sampah sementara yang tersebar di wilayah seluruh Kabupaten Semarang. Kemudian sampah dari TPS di buang dan dikumpulkan di dua zona TPA Blondo di Bawen dengan total luasan 1,5 hektar.

“Meski ada peningkatan, TPA tetap mampu menampung karena zona 1 tetap digunakan dan zona 2 mulai diuji coba,” katanya.

Selain sampah dari TPS, petugas kebersihan juga disibukkan dengan masih adanya masyarakat yang membuang sampah di saluran air sungai. “Musim hujan ini kami juga membersihkan sampah-sampah yang ada disungai, karena jika tidak segera diangkat justru semakin membuat saluran tersumbat,” ujarnya.

Ketika ditanya masih adanya penumpukan sampah di TPS-TPS dekat dengan pasar, Pranoto tidak memungkiri. Karena tidak sedikit pedagang protes saat sampah diangkut pada pagi hari.

“Saat akan diangkut ditolak pegadang, dengan alasan saat membongkar sampah akan menimbulkan bau. Sehingga pembeli enggan membeli sayur. Padahal jadwal pengambilan sampah pada hari itu, kita tunda hari berikutnya,” katanya.

Untuk mengatasi sampah di Kabupaten Semarang, DPU tengah berusaha menambah armada pengangkut sampah.

Sementara itu menutur Hartanti pemilik kios di Pasar Kuliner Suroboyo, Ambarawa menyatakan semestinya sampah di TPS diambil pada pagi dan sore hari. Agar sampah tidak menumpuk di TPS terutama di TPS dekat pasar dan perumahan. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *