Sampah di Salatiga Jadi Pembangkit Listrik

  • Whatsapp

SALATIGA, Jowonews.com -Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kota Salatiga  berencana memanfaatkan limbah  sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo untuk diproses menjadi energi pembangkit listrik atau sumber energi listrik.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Cipkataru Kota Salatiga BPH Pramusinta, Jumat (22/1). Untuk merealisasikan rencana ini, Ciptakaru akan menggandeng investor dan sekarang sudah ada  calon investor yang bersedia. 

Bacaan Lainnya

”Investor yang akan melaksanakan pengolahan sampah sudah beberapa kali datang ke lokasi ini, dan saat ini sudah dalam tahap kajian. Dalam waktu dekat konsepnya seperti apa akan diserahkan ke kami,” ujar Pramusinta saat ditemui di TPA Ngronggo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo.

Menurutnya, ,  pihaknya juga mendapat dukungan dari berbagai instansi untuk merealisasikan rencana program pemanfaatan limbah sampah ini. Misalnya, soal perizinan sudah mendapat lampu hijau dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kota Salatiga. 

Terkait teknis kerja sama yang hendak diterapkan antara Pemkot Salatiga dengan pihak investor, lanjut dia, pihaknya akan menggandeng sejumlah instansi pemerintahan terkait, sebab tidak hanya Cipkataru, melainkan ada pula koordinasi dengan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) maupun Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal BPPTPM.

Sementara Kepala Dinas Cipkataru Valentino Haribowo menambahkan, secara internal, pihaknya sudah pernah melakukan uji teknis terhadap pemanfaatan serta pengolahan sampah sebagai sumber energi listrik.

“ Teknisnya,  mengambil sampel gas dari zona yang aktif di TPA Ngronggo, kemudian dibakar di sebuah tempat penampungan. Setelah itu, kami membuka kran dan menjadi bara api. Tetapi itu masih konvensional. Karenanya ada inisiatif dan ada investor yang minat,” ujar Valentino Haribowo.

Valentino menambahkan, pemanfaatan serta pengolahan dari seluruh limbah sampah di Kota Salatiga yang kemudian ditampung di TPA yang berada di Kelurahan Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo, harus dilakukan secara baik.

Terlebih, sampah yang dihasilkan mencapai rata-rata sekitar 80 ton per hari atau setiap orang menghasilkan sekitar setengah kilogram per hari.

Selain limbah sampah, lanjut dia, Pemkot Salatiga juga akan mengolah limbah tinja dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Sejak tahun 2014 lalu, IPLT sudah dibangun di daerah Ngronggo, hanya saja pemanfaatannya tidak maksimal.

“ UPTD ini akan melaksanakan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaannya, termasuk penyediaan truk tinja hingga penyediaan prasarana pengolahan lumpur tinja. Bahkan, limbah ini akan diolah menjadi pupuk,” pungkasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *