Banjir Mengancam Warga Kendal Kota

  • Whatsapp
ILUSTRASI

KENDAL, Jowonews.com— Warga Kendal Kota terancam banjir. Pasalnya, hujan yang terjadi beberapa hari ini mengakibatkan debait air disejumlah sungai yang melintas di Kota Kendal meningkat dan mulai meluap.

Sedikitnya di Kecamatan Kendal Kota ada sembilan kelurahan menjadi langganan banjir. Yakni Kelurahan Trompo, Kebondalem, Kalibuntu, Langenharjo, Pegulon, Ngilir, Patukangan, Balok, dan Bandengan.  

Bacaan Lainnya

Sembilan kelurahan tersebut selalu terkena dampak luapan sungai Kali Kendal yang meluap. Penyebabnya adalah banyak curah hujan dari daerah Kendal wilayah atas yang mengalir kebawah. Seperti seperti Patean, Boja, Singorojo dan sekitarnya.

Prahayoga, 31,  wagra Ngilir mengaku meski hujan di Kendal tidak terlalu lebat namun debit sungai Kendal sudah meluap. Bahkan sejak pukul 07:00 WIB pagi (24/1) luapan sungai sampai ke jalan-jalan dan pemukiman warga.

“Tapi ketinggian luapan tidak terlalu tinggi hanya berkisar 30-40 senti meter saja. Penyebabnya kemungkinan tumpahan air dari daerah atas, mengingat sungai Kali Kendal ini menjadi pertemuan arus  antara sungai dengan laut,” katanya.

Meski tidak terlalu tinggi, namun menurutnya sudah cukup mengganggu aktivitas warga. Pasalnya, kemana-mana warga harus bergelut dengan air yang kotor karena bercampur dengan sampah. “Jadi kaki kerap gatal karena air bah yang masuk ke dalam rumah,” akunya.

Hal senada dikatakan Sutrisno 44, warga kelurahan Trompo. Ia menambahkan jika sungai Kali Kendal mulai penuh pada pagi hari. Air berwarna kecokelatan mengalir deras dan meluap di jalan-jalan. “Sebagian rumah di sini sudah mulai kemasukan air,” kata Sutrisnoa.

Plt Kepala BPBD, Slamet mengatakan jika selama musim penghuan ini pihaknya mengetatkan piket jaga Tim SAR Bahurekso. Hal itu untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Diakui Slamet bahwa wilayah Kendal Kota memang rawan terjadi banjir saat musim hujan.  “Bencana yang rawan terjadi di Kendal yakni longsor dan banjir. Untuk saat ini, kami akan berkoordinasi beberapa dinas terkait lainnya agar penanngan banjir di Kendal ini bisa teratasi,” tandasnya.

Miftah, 45, warga Ngilir lainnya mengatakan jika selain pertemuan arus sungai dari beberapa sungai di daerah atas, penyebab banjir juga dipicu minimnya normalisasi sungai. Yakni normalisasi sungai yang tidak menyeluruh.

“Beberapa daerah terkendala normalisasinya karena bantaran sungai dijadikan tempat tinggal warga. Sehingga tidak bisa dinormalisasi. Sedianya rumah tersebut harusnya digusur agar tidak mengganggu aliran sungai,” katanya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *