Dinlopas Yogyakarta Survei Pengunjung Pasar Awal Tahun

  • Whatsapp

YOGYAKARTA, Jowonews.com – Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta sengaja melakukan survei pengunjung pasar pada awal tahun untuk memotret kondisi pasar yang sebenarnya sehingga bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan yang valid.

“Pada awal tahun, jumlah pengunjung di pasar tradisional cenderung turun dibanding akhir tahun. Harapannya, jika survei dilakukan awal tahun, maka data yang diperoleh akan menunjukkan kondisi yang sebenarnya. Tidak terlalu ‘over’,” kata Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Rudi Firdaus di Yogyakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Pada tahun lalu, Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta juga melakukan survei jumlah pengunjung pada awal tahun dan diketahui jumlah pengunjung ke pasar tradisional tidak mengalami kenaikan signifikan dibanding 2014 atau tahun-tahun sebelumnya.

Dibanding 2014, jumlah pengunjung pasar tradisional pada 2015 hanya naik 0,83 persen. Padahal, pada 2014 terjadi kenaikan pengunjung sebesar 2,64 persen; 2013 naik 8,4 persen dan 2012 naik hingga 40,03.

Survei pengunjung pada 2012 hingga 2014 dilakukan pada akhir tahun saat jumlah pengunjung ke pasar tradisional mengalami kenaikan karena bersamaan dengan libur sekolah dan libur panjang akhir tahun. Akhir tahun adalah puncak kunjungan ke pasar tradisional.

“Karena pada tahun ini survei juga dilakukan pada awal tahun, maka kami bisa melakukan pembandingan yang lebih valid. Apakah jumlah pengunjung pasar tradisional mengalami kenaikan atau justru turun,” katanya.

Survei pengunjung pasar dilakukan di seluruh pasar tradisional Kota Yogyakarta, 31 pasar tradisional, selama Januari hingga Februari dengan menghitung jumlah pengunjung setiap hari disesuaikan pola jam operasional pasar.

“Ada petugas yang mencatat jumlah pengunjung dari seluruh pintu masuk pasar setiap hari baik pada hari biasa atau saat akhir pekan,” katanya.

Survei terhadap jumlah pengunjung pasar, lanjut Rudi, sangat penting dilakukan karena jumlah pengunjung dan omzet pedagang menjadi indikator keberhasilan pasar tradisional.

“Oleh karena itu, hasil survei ini akan menjadi bahan pertimbangan kami dalam menetapkan kebijakan terbaik untuk mengembangkan pasar tradisional di masa yang akan datang,” katanya.

Data hasil survei diharapkan sudah dapat diperoleh pada Maret.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *