PT Bank Jateng Minta Tambahan Modal, Komisi C Sarankan Pakai Deviden

  • Whatsapp

 

SEMARANG, Jowonews.com – Komisi C DPRD Jateng tidak sepakat dengan PT Bank Jateng yang minta penambahan setoran modal kepada Pemprov Jateng dari dana APBD tahun 2016. Pasalnya, hal itu tidak mungkinkan dan akan melanggar aturan. Sehingga PT Bank Jateng disarankan menggunakan deviden Rp 254 miliar yang akan diperolehnya tahun 2016 sebagai penambahan setoran modal.

Bacaan Lainnya

Demikian benang merah rapat kerja Komisi C dengan PT Bank Jateng, dengan agenda persiapan pelaksanaan APBD Jateng TA 2016, Senin (25/1). Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi C Asfirla Harisanto itu, dihadiri langsung oleh Dirut PT Bank Jateng Supriyatno dan jajarannya.

“PT Bank Jateng pada tahun 2016 kan akan memberi deviden Rp 254 miliar pada Perubahan APBD 2016. Ya daripada terdelusi gunakan saja deviden itu sebagai setoran modal ke Bank Jateng. Jadi in out. Sebab, kalau penambahan modal dari APBD itu tidak mungkin,”ungkap Asfirla.

Namun, Supriyatno yang selama ini juga tidak pernah mau hadir dalam rapat komisi C, akhirnya juga meninggalkan rapat dengan alasan ada kegiatan lain. Selanjutnya dalam rapat tersebut diwakilkan Direktur Umum, Radjim.

Sebelumnya dalam rapat tersebut Dirut PT Bank Jateng Supriyatno menyampaikan permintaan supaya Pemprov Jateng menambahkan setoran modal kepada PT Bank Jateng untuk mendukung permodalan pada Perubahan APBD  2016. Pasalnya, realisasi setoran modal Pemprov Jateng selama ini belum sesuai target. Sehingga kalau tidak dilakukan penambahan modal, share kepemilikan dikhawatirkan akan semakin menurun.

 “Realisasi setoran modal Pemprov Jateng belum sesuai target, sehingga share kepemilikan semakin menurun. Untuk mendukung permodalan Bank Jateng diperlukan tambahan setoran  odal pemprov,”ungkap Supriyatno.

Lebih lanjut disampaikan Supriyatno, setoran modal Pemprov Jateng sampai dengan tahun 2015 bersumber dari hasil penarikan AMU sebesar Rp 24,636 juta (in-out) dan setoran tunai/sumber lain sebesar Rp 271.863 juta Sehingga diharapkan bisa dianggarkan lagi pada Perubahan APBD tahun 2016.

Kaitannya dengan hal tersebut, PT Bank Jateng juga akan mencari mitra/investor strategis, seperti PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Dalam kesempatan itu, Supriyatno mengklaim bahwa meski kondisi ekonomi dan perbankan tumbuh melambat selama tahun 2015, diklaim kinerja PT Bank Jateng sampai dengan Desember 2015 menunjukkan pencapaian susuai target.

“Total aser mencapai Rp 41,24 triliun atau 100,59 persen dari target dan tumbuh 16,22 persen (yoy). Dana pihak ketiga mencapai Rp 33,89 triliun atau 99,48 persen dari target dan tumbuh 15,24 persen,”akunya.

Kredit/pembiayaan mencapai 30,81 triliun atau 100,12 persen dari target, dan tumbuh 17,76 persen. Dimana kredit produktif diklaim tumbuh 44,05 % lebih tinggi dibandingkan kredit konsumsi yang tumbuh 11,03% (yoy). “Laba usaha mencapai Rp 1,15 triliun atau 104,90 persen dari target dan tumbuh 12,01 persen. Rasio keuangan mampu terjaga pada komposisi baik,”paparnya.

Kontribusi deviden Bank jateng menunjukkan pencapaian sesuai target yang selalu meningkat. “Untuk mendukung rencana ekspansi tahun 2016 diperlukan tambahan modal, yang diantaranya akan dilakukan melalui pencarian mitra/investor strategis,”tukasnya. (Adv/JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *