Sambut Imlek Kelentang Solo Lepas Burung Pipit-Ikan

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Menyambut Tahun Baru Imlek 2567 yang jatuh pada tanggal 8 Februari 2016 umat Tridharma (Budha Tao dan Konghucu), akan melakukan ritual pelepasan hewan ke alam bebas di Kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede Solo, Jawa Tengah.

Menyambut Tahun Baru Imlek 2567 ini, umat Tridharma (Budha, Tao dan Konghucu), akan melepas 888 burung pipit ke alam bebas dan 888 ikan lele ke Bengawan Solo, kata Ketua Pengurus Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo, Henry Susanto kepada wartawan di Solo, Senin.

Bacaan Lainnya

Ritual pelepasan hewan yang dilakukan di Kelenteng Tien Kok Sie, Passar Gede Solo tersebut merupakan rangkaian ritual Pao Oen atau permohonan ampun kepada Tuhan, katanya.

“Angka 888 disukai warga Tionghoa dan dipercaya membawa berkah untuk kehidupan yang lebih baik. Pelepasan 888 ekor burung dan 888 ekor ikan lele merupakan simbol menjaga ekosistem alam. Jumlah burung dan ikan lele itu adalah angka yang bagus,” kata Henry Susanto.

Ia mengatakan, untuk memeriahkan dalam perayaan Imlek tahun ini, pengurus Klenteng Tien Kok Sie akan memasang sekitar empat ribu lampu lampion di seputar tempat ibadah, jalan di sekeliling Pasar Gede, Dikatakan ritual Pao Oen, adalah salah satu tradisi Tionghoa untuk membersihkan diri dari dosa selama satu tahun. Ritual ini juga sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan yang memberikan rahmat selama Tahun Kambing hingga menyambut Tahun Monyet.

Nuansa Imlek 2564 semakin terasa di sekitar Klenteng, di kawasan pasar Gede. Lampu lampion yang dipasang di klenteng dan sekitarnya diimpor dari Tiongkok. Lampu lampion didatangkan langsung dari Tiongkok karena dianggap lebih bagus dan harganya lebih murah. Konsep penataan lampu lampion di kawasan Pasar Gede juga berbeda dibandingkan tahun lalu.

Henry Susanto mengemukakan, penataan lampu lampion tahun ini mengusung tema jaring laba-laba. lampu lampion di atas tugu jam Pasar Gede ditambah lampu kecil-kecil yang membentuk jaring laba-laba. Di depan klenteng juga akan dipasang sejumlah lampion berbentuk shio, seperti naga, monyet, Selain ritual Pao Oen, menurut Wong, ritual selanjutnya adalah sembahyang pada Dewa Zhiao Jun (Dewa Dapur). Dewa Dapur, lanjut Wong, dipercaya akan naik ke langit untuk menyerahkan rapor perbuatan baik dan buruk pada penguasa langit.   (JN16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *