SKPD Kudus Didorong Segera Melelang Proyek Kegiatan

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang memiliki proyek kegiatan yang harus dilelang diminta segera menyerahkan dokumen pengadaan untuk segera dilelangkan lewat Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULP).

“Hingga pekan kemarin, dokumen pengadaan yang disampaikan kepada ULP baru 46 paket kegiatan dari sejumlah SKPD,” kata Ketua Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULP) Kudus Catur Sulistiyanto, di Kudus, Selasa.

Bacaan Lainnya

Dari jumlah dokumen yang disampaikan tersebut, kata dia, meliputi jasa konstruksi tujuh paket kegiatan dan nonkonstruksi 39 paket kegiatan.

Adapun proyek kegiatan yang sudah ditayangkan di web LSPSE Kabupaten Kudus sebanyak 10 paket dengan pagu anggaran sebesar Rp13,071 miliar.

Paket kegiatan yang tayang tersebut, meliputi empat paket jasa konstruksi dan selebihnya paket jasa lainnya untuk pengadaan tenaga alih daya (outsourcing).skpd

Sebanyak empat jasa konstruksi, kata dia, berasal dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kudus, sedangkan enak paket kegiatan lainnya berasal dari Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar.

“Paket kegiatan yang belum tayang masih dalam proses verifikasi oleh kelompok kerja (pokja), ketika tidak ada permasalahan tentu akan ditayangkan di web untuk mendapatkan peserta lelang,” ujarnya.

Adapun jumlah kegiatan proyek di Kabupaten Kudus pada tahun anggaran 2016 sesuai rencana umum pengadaan (RUP) sementara, terdapat 229 paket kegiatan.

Nilai dari ratusan paket kegiatan tersebut, sekitar Rp310,209 miliar.

Dari 229 paket kegiatan, meliputi 71 paket kegiatan jasa dan 158 paket kegiatan konstruksi.

Berdasarkan jadwal sebelumnya ketika diadakan desk dokumen pelelangan, kata dia, 19 SKPD yang memiliki paket kegiatan dan harus melalui proses lelang dijadwalkan dokumen pengadaannya sudah diterima ULP maksimal tanggal 20 Januari 2015 untuk jasa konstruksi dan tanggal 18 Januari 2015 untuk nonkonstruksi.

Ternyata, kata dia, hingga batas waktu yang ditetapkan baru ada 10 paket kegiatan.

“Kami sudah berupaya mendorong mereka untuk secepatnya melakukan proses lelang agar penyerapan anggaran bisa lebih maksimal dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Khusus untuk paket kegiatan jasa kontruksi, kata dia, masih ada yang harus mempersiapkan terlebih dahulu penyusunan detail engineering design (DED), sehingga belum bisa dilelangkan.

Meskipun demikian, dia menargetkan, bulan Maret 2015 proses lelang harus sudah selesai, sehingga bisa dimulai tanda tangan kontrak kegiatan dengan para pemenang lelang.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *