Pertuni: Profesi Tunanetra Tidak Boleh Sekedar Tukang Pijat

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Ketua Dewan Pembina Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Bob Hasan mengatakan penyandang tunanetra tidak boleh menjadi sekedar tukang pijat sebagaimana banyak dilakoni kalangan tunanetra.

“Namun, harus mampu menjadi seseorang dengan kehidupan yang lebih baik sebagaimana seseorang yang bukan penyandang tunanetra,” kata Bob di sela-sela acara “Parade Tongkat Putih” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Pertuni, di Solo, Selasa.

Bacaan Lainnya

Menurut Bob, apabila menjadi tukang pijat terus-menerus nantinya mereka akan kalah dengan panti-panti pijat modern yang menawarkan pelayanan lebih baik.

Selain itu, kata, Bob, kepedulian masyarakat terhadap kalangan tunanetra harus terus ditingkatkan mengingat jumlah tunanetra di Indonesia saat ini relatif sangat besar.

“Tidak hanya menyangkut aksesibilitas, kebutuhan tunanetra yang utama, yaitu kesejahteraan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pertuni Aria Indrawati berharap pemerintah daerah melakukan pendataan secara serius terkait jumlah tunanetra yang ada di setiap daerah.

“Pesan kepada pemerintah daerah agar melakukan pendataan secara serius supaya diketahui berapa sebetulnya jumlah tunanetra yang ada di daerahnya,” katanya Menurut Aria, jumlah tunanetra yang selalu dipakai pihaknya adalah estimasi dari Kementerian Kesehatan, yaitu sebesar 1,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“Jumlah penduduk Indonesia 250 juta orang, maka jumlah penyandang tunanetra mencapai 3,75 juta orang,” ucap Aria.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengurus dan memberdayakan tunanetra.

“Sehingga setelah tunanetra itu berhasil, saya harapkan tunanetra itu bisa menjadi subjek pembangunan di daerah tersebut bukan terus-menerus menjadi objek belas kasihan,” ujarnya.

Setelah melewati tiga kota, yaitu Surabaya, Tuban, dan Semarang, kegiatan tur sembilan kota oleh kalangan tunanetra yang bertajuk “Parade Tongkat Putih” sampai di kota kelahirannya di Solo, Selasa.

Pertuni telah melakukan sejumlah kegiatan untuk memperingati HUT ke-50 antara lain melakukan donor darah yang bertajuk “1.000 kantung darah dari tunanetra bagi bangsa, menggelar operasi katarak gratis, pemberian bantuan tongkat putih dari Lions Club kepada kalangan tunanetra.tuna netra 1

Selain itu, penyerahan draft RUU disabilitas kepada pemerintah dan acara parade tunanetra dengan menggunakan tongkat putih yang saat ini sedang berlangsung.

Parade berlangsung selama 9 hari pada 23-31 Januari 2016. Setelah Solo, parade tongkat putih akan dilanjutkan ke Yogyakarta, Purwokerto, Garut, Bandung, dan berakhir di Jakarta dengan mengambil tema” Tongkat Putih adalah Pengganti Penglihatan Kami, Tongkat Putih adalah Identitas Kami”.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *