Pertuni : Pengusaha Bisa Sediakan Lapangan Kerja Tunanetra

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Ketua Dewan Pembina DPP Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Bob Hasan menyatakan pihaknya terus menjalin kerja sama dengan para pengusaha untuk bisa menyediakan lapangan kerja untuk penyandang tunanetra.

“Mereka (pengusaha) bisa menyediakan lapangan kerja atau bermitra dengan penyandang tunanetra dalam penyediaan bahan baku usahanya,” kata Bob di sela-sela acara “Parade Tongkat Putih” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Pertuni di Solo, Selasa.

Bacaan Lainnya

Bob mencontohkan ada beberapa perusahaan seperti Sido Muncul dan lainnya yang membina tunanetra agar menjadi pengusaha agribisnis dengan menampung hasil budidaya pertanian kalangan tunanetra.

“Jadi, tunanetra bisa hidup sejahtera dan mandiri, tidak bergantung pada orang lain,” ucap Bob.

Selain itu, Bob juga mengatakan penyandang tunanetra tidak boleh menjadi sekedar tukang pijat sebagaimana banyak dilakoni kalangan tunanetra.

“Namun, harus mampu menjadi seseorang dengan kehidupan yang lebih baik sebagaimana seseorang yang bukan penyandang tunanetra,” tuturnya.

Menurut Bob, apabila menjadi tukang pijat terus-menerus nantinya mereka akan kalah dengan panti-panti pijat modern yang menawarkan pelayanan lebih baik.

Selain itu, kata, Bob, kepedulian masyarakat terhadap kalangan tunanetra harus terus ditingkatkan mengingat jumlah tunanetra di Indonesia saat ini sangat besar.

“Tidak hanya menyangkut aksesibilitas, kebutuhan tunanetra yang utama, yaitu kesejahteraan,” katanya.tuna netra 3 jualan

Setelah melewati tiga kota, yaitu Surabaya, Tuban, dan Semarang, kegiatan tur sembilan kota oleh kalangan tunanetra yang bertajuk “Parade Tongkat Putih” sampai di kota kelahirannya di Solo, Selasa.

Pertuni telah melakukan sejumlah kegiatan untuk memperingati HUT ke-50 dengan berbagai kegiatan antara lain melakukan donor darah yang bertajuk “1.000 kantung darah dari tunanetra bagi bangsa, menggelar operasi karatak gratis, pemberian bantuan tongkat putih dari Lions Club kepada kalangan tunanetra.

Selain itu, penyerahan draft RUU disabilitas kepada pemerintah dan acara parade tunanetra dengan menggunakan tongkat putih yang saat ini sedang berlangsung.

Parade berlangsung selama 9 hari pada 23-31 Januari 2016. Setelah Solo, parade tongkat putih akan dilanjutkan ke Yogyakarta, Purwokerto, Garut, Bandung, dan berakhir di Jakarta dengan mengambil tema” Tongkat Putih adalah Pengganti Penglihatan Kami, Tongkat Putih adalah Identitas Kami”.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *