Tolak Ganti Rugi Tol Semarang-Batang, Warga Demo BPN Kendal

  • Whatsapp
PROYEK TOL: Warga Resah Pembebasan Tanah Proyek Tol Semarang-Solo (SS). Nampak alat berat memadatkan tanah proyek pembangunan jalan tol di wilayah Boyolali.
PROYEK TOL: Warga Resah Pembebasan Tanah Proyek Tol Semarang-Solo (SS). Nampak alat berat memadatkan tanah proyek pembangunan jalan tol di wilayah Boyolali.

KENDAL, Jowonews.com – Pembebasan lahan pembangunan jalan tol Semarang-Batang (SB) di wilayah Kabupaten Kendal tidak berjalan mulus. Puluhan warga Desa Wungurejo dan Tejorejo Kecamatan Ringinarum, Selasa (26/1) menggeruduk kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kendal.

Mereka menolak ganti rugi lahan yang terkena proyek pembangunan jalan tol, karena dianggap tidak memenuhi rasa keadilan dan banyak merugikan masyarakat. Sehingga merekaminta proses konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Kendal agar dibatalkan.

Bacaan Lainnya

Mereka juga minta proses pembebasan tanah yang terkena proyek tol SB ditunda hingga tahun 2017. Disamping itu, mereka juga minta pemerintah pusat memberikan ganti untung, bukan ganti rugi. Karena lahan yang akan dilalui proyek tol ini adalah lahan produktif.  

Dalam orasinya, perwakilan petani menolak ganti rugi yang ditawarkan dari pemerintah dan meminta kejelasan serta transparasi proses pembebasan tanah.

“Kita meminta usut tuntas aparatur pemerintah yang melakukan intimidasi terhadap warga untuk menerima pembayaran ganti rugi proyek jalan tol Semarang-Batang,” teriak Arif peserta aksi dalam orasinya.

Samsudin (56), perwakilan petani mengatakan pemerintah harus memperhatikan dan memikirkan dampak masyarakat yang lahannya terkena proyek ini.

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Kendal, Usman mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak terakit patokan harga pembebasan lahan tol Semarang-Batang. “Harga sudah diajukan dari tim independen dan BPN Kendal bertugas mensosialisasikan dan melakukan pendekatan ke warga,” katanya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *