Ada Gafatar, Dewan Pertanyakan Kerja Kesbangpol dan Intel

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Komisi A DPRD Jateng mempertanyakan koordinasi antara Kesbangpolinmas Jateng dengan intelegen atas beberapa organisasi radikal yang berkedok komunitas sosial.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Amir Darmanto mengatakan, pembiaran organisasi yang ternyata meresahkan masyarakat tersebut semeskinya tidak terjadi jika ada peringatan dari pihak keamanan.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah seolah membiarkan masyarakat menjadi korban organisasi yang menyesatkan. Mereka yang di Donohudan itu adalah korban. Karena setahu saya, kalau selama ini tidak membuat keresahan warga, maka organisasi tersebut dibiarkan. Kemudian ada grand disain akan diledakkan sewaktu-waktu. Apa tidak ada koordinasi Kesbang dengan intel?” ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi A, Rabu (27/1).

Amir menyayangkan, organisasi yang menyimpang tersebut tidak dipatahkan saat masih menjadi embrio. Pasalnya, jika dibiarkan seperti kasus Gafatar dan Negara Islam Indonesia (NII) yang kadung memiliki banyak pengikut, maka akan sulit menangani hal tersebut. Ironisnya, hal tersebut terus terulang di Indonesia, dan bisa berakibat membahayakan negara secara terstruktur.

“Banyak laporan warga yang hilang di Kepolisian, kemudia tidak ada tindak lanjutnya. Saya rasa kalau tidak ada laporan terkait dokter Rica, maka tidak akan ketahuan bahwa ada Gafatar yang berubah wujud menjadi Negara Karunia Semesta Alam (NKSA). Apakah kerja intel tidak serius sampai ada kejadian begini. Tidak hanya di organisasi yang merubah ideologi bangsa saja, termasuk hal lain, masalah narkoba,” tandas Amir.

Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Ali Mansur menambahkan, pendidikan agama sejak dini menjadi penting agar tidak ada kesalahpahaman kepada warga yang sedang bergairah belajar agama. Pasalnya, jika dasar ilmu agama saja tidak didapatkan, maka akan mudah menerima ajaran sesat yang tidak disadarinya.

Hal itu kemudian akan berakibat pada perilaku teror yang tidak mengedepankan aspek logis dan merugikan banyak masyarakat.

“Agama yang benar pasti tidak akan mengajak anak dan keluarganya untuk menderita. Bahkan meninggalkan usaha yang mapan, dan akal sehat jadi hilang,” terang Politikus Partai Nasdem tersebut. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *