Ketua PPP Jateng Dituding Tambah Kegaduhan di PPP

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Ketua DPW PPP Jateng versi M Romahurmuziy (Romi), Masruhan Samsurie diminta tidak menambah kegaduhan di tengah konflik internal DPP yang sedang terjadi.

Sikapnya yang ngotot mengusulkan muktamar islah dan membawa-bawa nama KH Maimoen Zubair dinilai semakin menimbulkan perpecahan dan keonaran di kalangan kader.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPW PPP Jateng versi Djan Faridz, Taj Yasin mengatakan, soal muktamar adalah ranah DPP. Terlebih soal surat keputusan (SK) dari Menkumham.

Sebaiknya DPW lebih memikirkan langkah strategis menghadapi Pilkada 2017.

“Sikap Masruhan justru memperkeruh suasana. Kalau dia senang pada partai ini, ya mari kita cari jalan keluar bersama-sama,” tandasnya.

Putra KH Maimoen Zubair itu menjelaskan, selama ini anak-anak Mbah Mun tidak ada yang menekan. Justru mereka hanya mengikuti kehendak ketua Majelis Syariah PPP itu.

“Mbah Mun minta kami menemui Romi dan membangun komunikasi dengan semuanya. Beliau minta Romi agar jangan melakukan muktamar dulu. Muktamar nanti saja di tempat Mbah Mun,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, Mbah Mun berpendapat jika muktamar islah harus dilaksanakan oleh dua belah pihak yang berseteru. Sebab jika tidak, bisa dituntut lagi oleh salah satu kubu.

“Sampai saat ini tidak ada itikad dari Romi untuk menemui Djan Faridz. Padahal Mbah Mun sudah minta agar Romi menemui Djan Faridz,” tuturnya.

Bendahara DPW PPP Jateng versi Djan Faridz, Khayatul Maki mengatakan Masruhan telah mencatut nama Mbah Maimun soal muktamar islah. Mbah Maimun memang mengatakan islah itu jalan terbaik, tapi tidak menyebut muktamar. Islah bisa dilakukan dengan silaturahmi.

Dia juga meminta Masruhan tidak lagi menyebut-nyebut nama Mbah Maimun di media. “Itu permintaan para santri Mbah Maimun dan putra-putra beliau,” katanya.

Salah satu Ketua DPP PPP versi Djan Faridz, Istajib AS menyatakan telah meminta Djan Faridz untuk mengambil inisiatif mengundang Romi secara resmi. Ini akan jadi penting untuk menunjukkan itikad baik memikirkan PPP di masa depan.

“Djan Faridz menyambut positif usulan ini. Sebelumnya Romi sudah pernah diundang namun tidak secara resmi, tapi dia tidak datang,” katanya.

Menurutnya, untuk kembali ke Muktamar Bandung sangat tidak bisa, karena banyak pihak akan menentang. Kondisi PPP akan semakin rumit jika itu dilakukan.

Masruhan Samsurie menjelaskan, pernyataan Mbah Mun soal muktamar islah didengarnya dari teman-teman DPP seperti Lukman Hakim Saifuddin.

Selain itu, dalam surat yang berisi empat pernyatan sikap Mbah Mun, dimana poin pertama menyebutkan islah bisa ditempuh baik muktamar ataupun yang lain.

“Kenapa saya mendorong muktamar islah, karena saya punya sikap sebagai ketua DPW. Sekaligus menyampaikan aspirasi untuk mendorong agar konflik segera selesai. Mau setuju muktamar ya monggo, tidak ya tidak apa-apa,” paparnya.

Dia justru mengusulkan nama-nama figur yang cocok jadi ketua umum DPP diantaranya Romi, Lukman Hakim Saifuddin, Ahmad Muqowwam, dan Muhammad Arwani Thomafi.

“Mereka memenuhi kriteria yang diinginkan DPW PPP Jateng yakni muda usia sekitar 50-60 tahun, progresif, dan lahir dari rahim PPP,” terangnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *