155 Orang Pekalongan Terkena HIV/AIDS

  • Whatsapp

KAJEN, Jowonews.com –Penutupan lokalisasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, pada bulan November 2015 lalu justru membuat penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat. Terbukti pada akhir Januari ini, Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Pekalongan, menemukan dua penderita penyakit HIV/AIDS. Masing-masing di Kecamatan Bojong dan Kajen.

Dengan ditemukannya dua penderita HIV/AIDS baru tersebut, maka berdasarkan data yang ada di Dinkes, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan bertambah. Dari semula  153 kasus di tahun 2015, kini menjadi 155 pada akhir bulan Januari 2016.

Bacaan Lainnya

Kasie Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Sudaryanto, Jum’at (29/01) menjelaskan, setelah dilakukan pengambilan sampel darah pada beberapa kelompok masyarakat, yang rentan terjangkit HIV/AIDS, ditemukan dua pria dari Kecamatan Kajen dan Bojong, terjangkit HIV/AIDS baru.

Hal itu diketahui setelah kedua pria tersebut, beberapa kali menjalani voluntary conseling and testing (VCT) di Puskesmas yang ditunjuk.

Menurutnya, kedua pria tersebut sebelumnya telah menetap lama di Jakarta. Namun pada akhir tahun pindah ke Kabupaten Pekalongan.

“Kemungkinan virus HIV/AIDs yang dibawa oleh kedua orang ini, sudah berasal dari Jakarta. Karena jika dilihat profesinya, mereka memang rawan untuk terjangkit penyakit HIV/AIDS tersebut,” jelas Sudaryanto.

Disampaikannya, hingga Desember 2015, Dinkes Kabupaten Pekalongan mencatat sebanyak 153 kasus HIV/AIDS. Dari 153 kasus, 90 orang terjangkit HIV dan 63 orang yang sudah dinyatakan AIDS, sementara 55 orang telah meninggal dunia.

Hingga bulan Januari 2016 berarti ada 155 kasus HIV/AIDS, di Kabupaten Pekalongan. Sebanyak 84 persen ditularkan melalui hubungan seks bebas. Selain penularan yang didominasi karena hubungan sex bebas, sebanyak 9 persen melalui MTCT atau Mother To Children Transmition, 5 persen hubungan homoseksual dan 2 persen melalui narkoba.

“Angka kasus HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya, yakni 153 kasus HIV/AIDS di tahun 2015, dari sebelumnya kasus HIV/AIDS berjumlah 116 orang dari tahun 2005 hingga 2014.  Sedang awal tahun 2016 saja sduah ditemukan 2 penderita HIV/AIDS baru,” kata Sudaryanto.

Sudaryanto juga menegaskan bahwa untuk penderita HIV/AIDS golongan usia 15 hingga 44 tahun, ada 79 persen, lebih dari 45 tahun sebanyak 13 persen. Usia 0 hingga 5 tahun sebanyak lima persen, dan usia enam hingga 13 tahun sebanyak tiga persen.

Menurutnya dari 153 kasus HIV/AIDS pada tahun 2015, di Kabupaten Pekalongan paling banyak diderita oleh ibu rumah tangga sebanyak 35 orang, buruh 32 orang, wiraswasta 30 orang, PSK 15 orang, belum bekerja 11 orang, nelayan 3 orang, PNS 2 orang dan mahasiswa 1 orang.

“Jumlah penderita HIV/AIDS kemungkinan akan terus meningkat, karena dari 19 Kecamatan yang rencanakan akan kami lakukan pengambilan sampel darah, baru 8 Kecamatan yang kami lakukan,” tegas Sudaryanto.

Sementara itu, dari pihak Dinkes Kabupaten Pekalongan dalam upayanya menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS, dengan gencar memberi penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS di beberapa tempat seperti tempat prostitusi, karaoke, cafe, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain sebagainya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *