Fasilitas Kesehatan di Ungaran tak Merata

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dinilai diskriminatif dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakatnya. Pasalnya, pembangunan fasilitas kesehatan selama ini tidak merata dan hanya terpusat di pusat Kota Ungaran.

Bahkan di wilayah selatan dan tenggara tidak ada fasilitas kesehatan yang setara rumah sakit umum daerah (RSUD) yang memadahi.  Pelayanan kesehatan masyarakat yang berada di wilayah pinggiran tersebut justru banyak ditangani oleh RSUD Salatiga dan Boyolali.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Badarudin menyatakan, keadilan kesejahteraan sosial termasuk didalamnya fasilitas kesehatan harus merata. Jangan hanya masyarakat dekat dengan pusat pemerintahan saja yang merasakan.

Tapi masyarakat yang ada di pinggiran seperti Bringin, Getasan, Bancak, Pabelan, Tengaran, Tuntang,dan Suruh juga harus ikut merasakan.

 “Pelayanan kesehatan harus dapat dirasakan dan dinikmati seluruh masyarkat Kabupaten Semarang jangan ada kesan diskriminatif. Pemerintah Kabupaten Semarang belum dapat melayani masyarakat di daerah selatan. Justru dilayani pemerintah daerah lain seperti Salatiga dan Boyolali,” ujar Badarudin di kantor DPRD Kabupaten Semarang, Ungaran, Jumat (29/1).

Menurut Badarudin, hal ini mejadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Semarang agar daerah selatan benar-benar diperhatikan, terutama pelayanan kesehatan.

Sebenarnya pernah ada wacana akan dibangun rumah sakit tipe D di wilayah selatan Kabupaten Semarang. Tapi hingga kini tidak pernah ada realisasinya. “Dulu pernah ada wacana Puskesmas Tengaran pelayananannya akan seperti rumah sakit dapat melayani rawat inap. Tapi paradigma rumah sakit dan puskesmas kan berbeda,” kata politisi PKB ini.

Perbedaan paradigma antara rumah sakit dan puskesmas ini duantaranya puskesmas tidak memiliki ruang ICU, dan dokter spesialis. Sementara rumah sakit ada ruang ICU dan minimal dipantau empat dokter spesialis.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Semarang, Pujo Pramujito yang menyatakan jika di RSUD Ungaran pemerintah akan melakukan perluasan ruang rawat inap. Terkait hal itu juga telah melakukan pembebasan tanah di belakang RSUD yang menelan dana sekitar Rp 5 miliar.

“Kalau dana Rp 5 miliar ini dibelikan diwilayah selatan mungkin bisa dapat lahan sepuluh kali dari lahan di Ungaran. Karena disana harga tanahnya masih murah. Tapi mengapa justru di Ungaran yang didahulukan, bukannya di selatan Kabupaten Semarang,” keluh politisi PDIP ini.

Menurut Pujo semestinya pemerintah bersikap adil pada masyarakat di selatan. Salah satunya dengan memberi fasilitas kesehatan. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *