Dishub Deteksi Titik Keramaian Lalu Lintas Bertambah

  • Whatsapp
HarianJogja/Gigih M. Hanafi Petugas kepolisian memantau kepadatan lalu-lintas melalui kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) di Kantor Regional Traffic Management Centre (RTMC) Ditlantas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (15/7). Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1436 H, petugas kepolisian semakin meningkatkan pengawasan lalu-lintas dan keamanan salah satunya dengan menggunakan kamera CCTV yang dipasang di sejumlah titik kemacetan wilayah DIY.

BANTUL, Jowonews.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendeteksi titik keramaian lalu lintas di ruas jalan setempat bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor baik roda dua dan empat.

“Lokasi-lokasi yang ramai lalu lintas itu makin bertambah, terutama kalau pagi hari saat berangkat kerja dan jam pulang kerja, kondisinya betul-betul parah sekali,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul Suwito di Bantul, Senin.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, titik atau lokasi keramaian kepadatan arus kendaraaan tersebut tersebar di 17 kecamatan, terutama di pusat kabupaten dan kecamatan, dengan kepadatan dan mobilitas tinggi yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta.

“Selama ini kami hanya bisa mengkaver di wilayah Bantul Kota saja (kawasan Kecamatan Bantul), dan belum di kecamatan lainnya, padahal yang tidak kalah ramai itu ada di wilayah Banguntapan, Kasihan, dan Sewon,” katanya.

Karena makin bertambahnya titik keramaian lalu lintas di wilayah Bantul, terkadang membuat pihaknya kewalahan dalam mengendalikan maupun mengatur karena keterbasan sumber daya manusia (SDM) lapangan.

“Padahal, dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu meminta agar kita berusaha semaksimal mungkin mengurangi angka kecelakaan lalu lintas bagi warga Bantul. Jadi, terpaksa kami harus terjunkan seluruh personel di Dishub,” katanya.

Berkaitan dengan kekurangan SDM, dia mengatakan bahwa pihaknya pada awal tahun ini sudah merekrut sebanyak 20 tenaga kontrak yang diperbantukan dalam berbagai bidang di instansinya, mulai dari administrasi hingga lalu litas angkutan jalan.

Meski demikian, kata dia, jumlah tenaga yang direkrut tersebut dirasakan masih kurang sebab berdasarkan analisisnya di setiap kecamatan minimal ada tiga personel yang diterjunkan, sedangkan di wilayah kota jumlahnya lebih dari itu.

“Kalau usulan kami itu 60 tenaga kontrak, baru disetujui 20 tenaga karena mempertimbangkan keuangan APBD Bantul sehingga mereka semua akan ditempatkan di titik-titik ramai dan rawan kecelakaan,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *