Dishub Akan Razia Truk Pasir Lebihi Tonase

  • Whatsapp
Jalan rusak akibat truk pasir yang melebihi tonase. Foto : Jowonews.com

BOYOLALI,Jowonews.com – Banyaknya truk pasir yang muatannya melebihi tonase di wilayah Kecamatan Selo, sudah mulai dirasakan dampaknya. Jalan antara Desa Genting, Kecamatan Cepogo hingga Desa Selo, Kecamatan Selo kini mengalami rusak cukup parah.

Selain itu juga dikhawatirkan berdampak pada umur jalan cor beton yang baru selesai dibangun akhir tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Boyolali, Bony Facio Bandung, dihubungi wartawan menyatakan akan segera menggelar operasi truk yang muatannya melebihi tonase. Operasi akan dilakukan tim gabungan dengan melibatkan Satpol PP dan Satlantas Polres Boyolali.

“Memang sudah banyak sekali warga yang SMS ke saya agar truk-truk pasir itu segera ditertibkan. Dalam waktu dekat ya,” tegas Bony.

Sudah hampir sebulan terakhir, setiap hari dalam 24 jam setidaknya ada ribuan truk pasir yang keluar masuk Selo. “Jalan yang kami bangun di wilayah Desa Genting tahun lalu, kami proyeksikan bisa berusia sampai dengan 10 tahun. Tetapi kalau sekarang setiap harinya dilewati truk seperti itu ya bisa jadi, tidak sampai 10 tahun sudah rusak lagi,” kata Pengawas Jalan Boyolali-Magelang, Bina Marga Provinsi Jateng, Sumarwan, kepada wartawan.

Saat ini, Bina Marga Provinsi Jateng melakukan perbaikan di jalan Boyolali-Magelang di wilayah Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali tahun 2015 lalu. Dari KM 38.900 sampai KM 42.770. Pembangunan jalan itu dengan sistem rigid atau cor beton bertulang dengan anggaran Rp 20 miliar.

Sumarwan, meminta dinas terkait menindak truk yang mengangkut pasir maupun batu melebihi tonase. Dia juga meminta penambangan liar di kawasan Selo segera ditertibkan. Truk pasir itu beroperasi 24 jam dalam sehari. Jika pada siang hari truk yang konvoi hanya sedikit-sedikit.“Tetapi kalau malam hari, konvoi truk pasir sekali jalan bisa sampai 30 truk,” ungkapnya.

Truk-truk yang mengangkut pasir dari sejumlah lokasi penambangan liar di wilayah Kecamatan Selo tidak hanya berasal dari Boyolali dan sekitarnya. Dari pantauan Koran ini, justru paling banyak dari luar daerah. Dari plat nomornya, truk-truk itu banyak yang berplat nomor H dan K dan lainnya.

Dia berharap sidak anggota DPRD Boyolali ke kawasan Selo yang memantau lokasi tambang liar dan lalu lintas truk di Selo ada tindak lanjut. Jangan sampai jalan yang dibangun dengan anggaran cukup besar mencapai Rp 20 miliar itu cepat rusak.

Tahun 2016 ini, Bina Marga Provinsi Jateng kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk melanjutkan perbaikan jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) di KM 42 hingga KM 45. Perbaikan jalan sepanjang 3 km itu melanjutkan perbaikan jalan di Desa Genting, Cepogo. Anggaran senilai itu, tidak hanya untuk perbaikan jalan tetapi juga pembuatan talut dan menyelesaikan pembangunan Jembatan Samiran, Selo. (JN01/Jn16)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *