BKSDA Cek Keberadaan Buaya Di Nusadadi Banyumas

  • Whatsapp

CILACAP, Jowonews.com – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Seksi Wilayah Konservasi II Cilacap-Pemalang mengecek keberadaan buaya muara di Sungai Ijo, Desa Nusadadi, Kabupaten Banyumas.

“Hari ini, kami akan ke lokasi untuk mengecek dan mengidentifikasi jumlah buaya yang dilaporkan muncul di sana,” kata Koordinator Polisi Hutan BKSDA Jateng Seksi Wilayah Konservasi II Cilacap-Pemalang Rahmat Hidayat di Cilacap, Senin.

Bacaan Lainnya

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, terkait penanganan buaya-buaya tersebut.

Menurut dia, hasil identifikasi dan koordinasi tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur Jateng melalui BKSDA Jateng untuk pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.48/Menhut-II/2008 tentang Pedoman Penanggulangan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar, gubernur merupakan ketua satgas penanganan,” katanya.

Ia menduga buaya-buaya di Sungai Ijo merupakan kawanan buaya yang sebelumnya muncul di Sungai Bodo, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, karena lokasinya cukup dekat dan kedua sungai tersebut saling berhubungan.

Hingga saat ini, kata dia, peralatan penanganan buaya milik BKSDA Jateng masih berada di Desa Candirenggo dan nantinya akan digeser ke Desa Nusadadi.

Seperti diwartakan, kawanan buaya dilaporkan muncul di Sungai Ijo, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, sejak dua pekan terakhir.

“Jumlahnya belum diketahui secara pasti namun diperkirakan sekitar dua sampai empat ekor, yang besar kelihatannya ada satu ekor,” kata Kepala Desa Nusadadi Ngalimin di Nusadadi, Sabtu (30/1).

Ia mengatakan bahwa kemunculan buaya-buaya itu meresahkan warga karena khawatir terjadi sesuatu terutama saat mereka sedang mencari ikan dan kerang di Sungai Ijo.

“Beberapa warga mengaku tanpa sengaja memegang kulit buaya itu saat sedang mencari ikan dan kepiting. Oleh karena takut, warga menghentikan aktivitas mencari kerang dan ikan sejak kemunculan buaya-buaya itu,” katanya.

Ia menduga buaya-buaya itu merupakan buaya muara yang beberapa bulan lalu muncul di Sungai Bodo, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kebumen, yang berbatasan dengan Kabupaten Cilacap.

“Sungai Ijo bermuara di Sungai Bodo yang jaraknya dari sini (Nusadadi, red.) sekitar 3 kilometer. Kemungkinan karena airnya sedang tinggi, buaya-buaya itu pindah ke sini,” katanya.

Terkait hal itu, dia mengharapkan adanya penanganan terhadap buaya-buaya tersebut agar warga tidak resah dan bisa kembali menjalani aktivitas mencari ikan maupun kerang di Sungai Ijo.    (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *