Terisolir, Lima Dukuh di Kendal Ingin Memisahkan Diri

  • Whatsapp
ilustrasi.ist

KENDAL,Jowonews.com – Lima dukuh di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal menginginkan untuk memisahkan diri dari Desa Gempolsewu. Kelima dukuh tersebut masing-masing Dukuh Tawang Laut, Dukuh Randusari, Dukuh Saribaru, Dukuh Rejosari dan Dukuh Bulusan.

Pasalnya, keinginan memisahkan dan membentuk desa sendiri itu karena selama ini terisolir. Ironisnya, kelima dukuh tersebut juga merasa tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Desa Gempolsewu.

Bacaan Lainnya

Keinginan memisahkan itu disampaikan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kulon Kali (FMKK) Desa Gempolsewu.

Kondisi kelima dukuh itu memangseperti terisolasi. Karena terpisah oleh Sungai Kali Kutho. Sehingga warga setempat untuk mengurus segala sesuatunya harus menyeberangi sungai.

Hal itu masih ditambah minimnya pembangunan infrastruktur jalan di lima perkampungan tersebut.

Anggota FMKK Gempolsewu, Yusuf mengatakan, sebenarnya pengajuan pemekaran desa pernah diajukan pada tahun 2008 dan 2010.  Namun pengajuan pemekaran warga tersebut ditolak dengan alasan proses administrasi yang tidak memenuhi persyaratan.

Salah satu faktor ditolak yaitu dari 2.900 penduduk di lima pedukuhan Desa Gempolsewu, sebagian besar masuk wilayah pertanahan Desa Sendang Sikucing.

“Salah satunya Dukuh Bulusan, berdasarkan peta pemerintah daerah ikut wilayah Desa Sendang Sikucing,” ujarnya, Senin (1/2).

Menurut Yusuf, pemekaran sebenarnya sudah mendesak. Alasannya supaya ada pemerataan di bidang pembangunan, infrastruktur maupun ekonomi, serta pendidikan dan kesehatan.

Selama in, kata dia, dinilai kurang merata, terutama kondisi jalan di lima perkampungan tersebut banyak yang rusak ketimbang kampung yang berada di sebelah timur sungai.

Senada dikatakan Ketua RW 1, Kaswani (37) warga Dukuh Tawang Laut.  Menurunt dia, selama ini sebanyak 5 kampung terkesan menjadi anak tiri.

“Tak pernah ada perhatian dari pemerintah setempat. Selain kondisi infrastruktur jelek, juga tak ada penyediaan transporatasi umum yang layak,” tukasnya.

Bahkan, penyediaan sarana dan prasarana lain seperti sekolah, puskesmas, dokter atau bidan desa, pasar. “Warga di lima kampung kulon kali harus keluar kampung dengan menyeberangi sungai dengan perahu untuk bisa sekolah, mendapatkan akses kesehatan, ekonomi dan sebagainya,” beber Kaswani.

Menurutnya, pemekaran sudah tidak terelakkan, mengingat Desa Gempolsewu membawahi 17 dukuh yang penduduk dewasanya mencapai 12 ribu jiwa lebih.

Harapan warga ketika sudah bisa berdiri desa sendiri, dukuh tersebut bisa mengelola anggaran desa sendiri. “Sehingga warga mendapatkan kemudahan dan tidak perlu lagi keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tandasnya.(JN01/JN16)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *