DPRD Dukung Pengembangan Listrik Alternatif TPA Jatibarang

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Jawa Tengah, mendukung rencana pengembangan energi listrik berbahan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

“Sejauh ini, sudah ada pembicaraan intens antara Pemerintah Denmark dan Pemerintah Kota Semarang. Kami sangat mengapresiasi,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Senin.

Bacaan Lainnya

Pengembangan energi listrik dari pengelolaan sampah di TPA Jatibarang diharapkan bisa meningkatkan suplai atau pasokan listrik untuk masyarakat, khususnya yang ada di Kota Semarang.

Selama ini, kata politikus PDI Perjuangan itu, masyarakat kerap mengeluhkan persoalan listrik, salah satunya adanya pemadaman listrik sehingga perlu suplai tambahan untuk mencukupi kebutuhan listrik.

“Yang jelas, legislatif siap mendukung dengan fungsi kami, misalnya dari fungsi ‘budgeting’, artinya jika menginginkan adanya anggaran untuk pendampingan, kami siap menganggarkan,” katanya.

Maka dari itu, Supriyadi mengingatkan Pemkot Semarang untuk serius mengawal rencana pemerintah Denmark yang akan membantu pengembangan energi listrik di TPA Jatibarang agar bisa terealisasi.

“Kalau rencana pengembangan energi listrik berbahan sampah di TPA Jatibarang benar-benar terealisasi, kami sangat bangga. Masyarakat tak lagi mengeluhkan kurangnya pasokan listrik,” pungkasnya.

Rencana Pemkot Semarang untuk mengembangkan energi listrik alternatif dari pengelolaan sampah di TPA Jatibarang menapaki babak baru dengan adanya kunjungan dari perwakilan pemerintah Kerajaan Denmark.

Pada hari Rabu (27/1), konselor dari Kedutaan Kerajaan Denmark Jacob Stensdal Hansen meninjau TPA Jatibarang sebagai tindak lanjut rencana pengembangan energi listrik dari pengolahan sampah.

Kerajaan Denmark selaku pihak yang bersedia memberikan hibah murninya untuk manajemen lingkungan hidup dan energi terbarukan tengah merampungkan FS (feasibility study) dan DED (detail engineering design).

Dua minggu lagi, kata Jacob, pihaknya berencana meninjau kembali TPA Jatibarang untuk melakukan input FS, sementara untuk laporan DED akan ditargetkan bisa dirampungkan pada akhir April mendatang.

Ia mengharapkan kerja sama itu bisa memberikan imbas nyata, terutama di tingkat masyarakat penerima manfaat karena tujuannya agar pertumbuhan dan pembangunan beriringan dengan perlindungan masyarakat dan lingkungan.

Keberadaan TPA Jatibarang, kata dia, memiliki potensi luar biasa untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik, di antaranya lokasinya yang luas dan kapasitas sampah yang mencukupi untuk diolah menjadi listrik.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *