Banyak Bangunan Cagar Budaya di Ungaran Mangkrak

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Beberapa bangunan cagar budaya di Kabupaten Semarang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sepertinya bangunan bersejarah tersebut justru dibiarkan rusak dan mangkrak, bahkan terlihat horor.

Seperti Gedong Kuning milik PT KAI di Sekiraran Kebon Polo, Ungaran, yang saat ini kondisinya tidak terawat. Bagian atapnya pun sudah rusak.

Begitu juga bagunan gedung eks korps musik Kodam IV Diponegoro atau orang awam menyebutnya PHB di depan SMP 1 Ungaran. Gedung ini sekarang kondisinya rusak parah, bagaian atap telah rusak, dindingnya pun banyak yang roboh.

Lingkungan gedung PHB ini telah dipagar dengan seng. Sehingga orang yang melintas tidak dapat melihat kerusakan gedung cagar budaya ini.

Selain itu ada juga Beteng William I atau biasa dikenal dengan Benteng Pendem di Ambarawa yang juga mangkrak. Sebagian benteng pendem ini digunakan untuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ambarawa. Sementara bagian lainnya telah rusak, dan banyak rumput liar tumbuh di bangunan abad ke XIX ini.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto menyayangkan bangunan cagar budaya ini justru dibiarkan rusak. “Semestinya bangunan ini dirawat, pemerintah semestinya berupaya bagunan ini agar tetap terawat. Bukan seperti saat ini yang kondisinya rusak,” ujar Bambang Kusriyanto yang akrab dipanggil Bambang Kribo di Ungaran, Selasa (2/2).

Menurut Bambang sepertinya bangunan-bangunan cagar budaya ini justru sengaja dibiarkan pemilik dan pemerintah rusak. Pasalnya mengapa pemerintah tidak berupaya  menjaga, padahal Badai Perlindungan Cagar Budaya telah menetapkan bangunan ini sebagai benda cagar budaya.

 

“Kalau bangunan ini milik instansi lain, seperti gedung kuning milik PT KAI mestinya melakukan koordinasi dengan pemilik aset agar tetap berdiri dan terawat,” ujar politisi PDIP ini.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Joko Sriyono menyatakan gedung-gedung cagar budaya ini jika diperbaiki dapat menjadi ikon pariwisata Kabupaten Semarang.

“Mestinya memang harus diperbaiki, jangan sampai dibiarkan. Padahal kalau bangunan ini utuh dapat menarik wisatawan,” ungkapnya.

Joko juga mencontohkan Beteng Pendem yang luas dan arsitekturnya gaya abad XIX. “Benteng pendem dalam kondisi rusak saat ini saja sering digunakan untuk pemotretan preweding. Kalau bangunan ini dibikin bagus pasti akan menarik wisatawan dan menarik pendapatan daerah,” pungkas politisi PAN ini. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *