BANJARNEGARA, Jowonews.com – Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mendorong rencana pengembangan agrowisata durian di Desa Glempang yang telah dirintis sejak tahun 2011.

“Saya optimistis, Desa Glempang akan menjadi masa depan wisata agro di Banjarnegara,” katanya di Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa.

Selain tanaman berada pada satu kawasan, kata dia, rencana pembangunan empang akan menjamin keberlangsungan tanaman durian termasuk musim buahnya.

Ia merasa yakin Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja akan disibukkan dengan kunjungan wisatawan ketika empangnya sudah jadi sehingga tinggal kesiapan warganya untuk menyambut wisatawan.

“Dengan ketinggian pohon yang rata-rata berkisar 5 meter dan buahnya yang bisa dipetik dengan mudah, ini akan menjadi pengalaman sendiri bagi wisatawan.

Selain itu, wisatawan bisa memilih sendiri durian di pohon yang diminati karena berada dalam satu kawasan,” katanya.durian glempang agrowisata

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara Yusuf Winarsono mengatakan bahwa saat ini, Desa Glempang sedang disiapkan menjadi desa wisata dengan objek unggulan berupa agrowisata kebun durian yang berada dalam satu kawasan.

Menurut dia, objek tersebut unik dan tidak ada di tempat lain di Banjarnegara serta memiliki dukungan akses jalan yang sudah bagus.

“Hal itu harus didukung dengan adanya kelembagaan yang baik dan partisipasi warga desa. Tanpa adanya partisipasi warga sulit mengembangkan ke depannya sebab parwisata tidak hanya menyangkut objek namun juga menyangkut dukungan lainnya seperti keramahan warga, kebersihan lingkungan, kenyamanan, keamanan, akomodasi, kuliner, dan seterusnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Glempang mengatakan bahwa pihaknya berencana membangun empang seluas 80×40 meter di puncak bukit yang berfungsi untuk menampung air dan sebagai sumber air untuk tanaman durian.

“Nantinya di musim kemarau air dari empang ini menjadi sumber air untuk mengairi tanaman durian sehingga kebutuhan air untuk tanaman terjamin. Selain untuk kepentingan tanaman, empang tersebut juga dapat dijadikan objek wisata alternatif,” katanya.

Menurut dia, di sekitar empang juga akan dilengkapi dengan gazebo serta ruang terbuka untuk pementasan kesenian, pintu gerbang, dan tempat parkir.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa fasilitas pendukung agrowisata durian seluas 5,5 hektare yang berada di jalur alternatif menuju Waduk Sempor, Kebumen, itu masih digodok oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banjarnegara bersama Dinas Pertanian Perikananan dan Peternakan (Dintankannak) Banjarnegara.   (Jn16/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here