Warga Tambaklorok Resah Dengan Rencana Penggusuran

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Warga Kampung Tambaklorok, Tanjung Mas, Semarang, resah dengan rencana pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok yang dikhawatirkan bakal menggusur tempat tinggal mereka.

“Saat ini, warga resah dan cemas karena awalnya rencananya pengerukan sungai. Namun, malah sungainya mau dilebarkan,” kata perwakilan warga Tambaklorok H. Sueb di Semarang, Selasa.

Bacaan Lainnya

Sekarang ini, kata dia, sudah dilakukan pemasangan tiang pancang dan penandaan bagian-bagian rumah warga dengan cat sehingga membuat keresahan sebab belum ada sosialisasi mengenai ganti untungnya.

Menurut dia, rencana pelebaran sungai menjadi berukuran 80 meter yang mengarah ke laut dan 35 meter untuk yang mengarah permukiman bakal mengenai sebanyak 126 petak rumah milik warga Tambaklorok.

“Rumah dan tempat usaha saya juga kena sekitar 7–8 meter. Sekarang belum digusur, tetapi bagian-bagiannya sudah ditandai dengan cat tanpa seizin pemilik rumah. Ini yang membuat warga resah,” katanya.

Setidaknya, kata dia, ada empat rukun warga (RW) yang terdampak rencana penggusuran seiring pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok itu, yakni RW 13-16, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.

Sueb menegaskan bahwa warga Tambaklorok sebenarnya sangat mendukung program pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok untuk memajukan kawasan tersebut. Akan tetapi, jangan sampai menggusur rumah warga.

“Rumah-rumah warga yang terdampak itu ada yang bersurat (hak milik, red.). Namun, belum ada sosialisasi ganti untungnya. Kami mendukung program pemerintah, tetapi jangan menggusur rumah kami,” katanya.

Bahkan, kata dia, sampai saat ini warga Tambaklorok yang terkena dampak pelebaran sungai itu baru mendapatkan sosialisasi sebanyak satu kali mengenai rencana pembangunan Kampung Tambaklorok.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang M. Farchan mengakui pelebaran sungai 35–80 meter itu akan mengenai sebagian rumah warga.

“Ada 126 petak rumah warga yang terkena. Namun, warga tidak akan digusur. Kenanya (rumah warga, red.) sedikit-sedikit, tetapi akan tetap diganti untung. Kami minta masyarakat tidak khawatir,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *