Puncak Penghujan, Masyarakat Diminta Waspada DBD

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Jelang puncak musim penghujan pada akhir Februari, masyarakat Jateng dihimbau mewaspadai demam berdarh dengue (DBD). Virus yang ditularkan melalui nyamuk aedes aigepty tersebut terbilang tinggi di Jateng pada tahun 2015.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo.

Bacaan Lainnya

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Boyolali itu mengungkapkan, Jateng pada 2015 memiliki indec rate (IR) mendekati tinggi yakni 48 kasus per 100.000 penduduk. Angka tersebut mendekati target batas toleransi secara nasional yakni 50/100.000 penduduk.

“Target awal di 2015 adalah 22/100.000 penduduk. Memang banyak sekali faktor yang menyebabkan angka tersebut tinggi. Salah satunya kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk),” terang Yulianto di kantornya, Rabu (3/2).

Di Jateng, terangnya, wilyah dengan kasus DBD tertinggi berdasar IR yakni Kota Magelang 158/100.000 penduduk. Disusul, Kabupaten Jepara yang mencapai 123/100.000 penduduk, dan Kota Semarang 99/100.000 penduduk. Angka IR yang tinggi tersebut menurut Yulianto tidak bisa dikatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) lantaran periodisasi dihitung dalam masa setahun.

Yulianto membeberkan, di Magelang dan Jepara, serta Kota Semarang tinggi lantaran banyak lokasi yang bisa menjadi sarang berkembangnya nyamuk pembawa virus DBD. Tak dipungkiri, ketiga wilayah tersebut merupakan wilayah dengan titik industri yang luput dari perhatian masyarakat sekitar.

Kasus kematian, kata Yulianto, terjadi sekitar 1,6 persen dari IR Jateng 48/100.000 penduduk. Angka kematian tersebut merata dari anak-anak hingga dewasa.

Dalam mengantisipasi DBD, terangnya, fogging bukanlah pilihan utama dalam memberantas sarang nyamuk meski masih digunakan. Menurutnya, PSN masih menjadi tindakan yang paling efektif dalam mencegah DBD. “Kami hanya menggunakan fogging untuk pencegahan insidental,” tandasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *