Pelestarian Peninggalan Budaya Sebagai Pembelajaran Sejarah

  • Whatsapp

WONOSOBO, Jowonews.com – Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Hasan Asy’ari menyatakan perlu adanya pencatatan peninggalan budaya setiap kabupaten di Jawa Tengah. Selain untuk sebagai sarana mengenang sejarah perjuangan,  juga sebagai sarana belajar dari sejarah perjuangan bangsa.

“Ada historis yang harus diketahui generasi muda sebagai spirit untuk membangun daerah dengan berpijak pada budaya yang telah ada,” ujar politikus Partai Kebangitan Bangsa (PKB) itu usai acara kunjungan Komisi E DPRD Jateng di Kabupaten Wonosobo, Selasa (2/1/2016) lalu.

Bacaan Lainnya

Selain pencatatan, Hasan menyarankan agar menlakukan penggalian informasi dengan detail seperti tahun pembangunan, kisah dibalik pembangunan, serta nilai historis lainnya.

”Pemerintah provinsi perlu memperhatikan kepurbakalaan dan cagar budaya di kabupaten kota. Memang sudah ada perda tentang keperpubakalaan dan cagar budaya di Jateng, tapi belum tersosialisasikan secara menyeluruh di kabupaten kota,” jelasnya.

Sementara itu perwakilan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Wonosobo Bambang Tri menyampaikan di Wonosobo belum ada perda tentang cagar budaya. Ada beberapa tempat yang sudah masuk dalam cagar budaya, diantaranya pendopo bupati, rumdin bupati, gedung DPRD, masjid Al Mansur, Klenteng , dan beberapa tempat lainnya.

“Cagar budaya masih menjadi tanggung jawab pemilik, termasuk perawatannya. Diharapkan dengan adanya perda maka dapat menjadikan pedoman pengelolaan,” pungkasnya. (JN18/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *