Hendi-Ita Segera Dilantik

  • Whatsapp
Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)
Hendi-Ita

SEMARANG, Jowonews.com – Wacana pelantikan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Semarang terpilih yang rencananya digelar di Istana Negara Jakarta pada 25 Februari 2016 mendatang akhirnya batal terwujud. Pemerintah pusat menyatakan bahwa pelantikan pasangan bupati/walikota tetap dilakukan di Ibukota provinsi sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

“Informasi terbaru dari Kemendagri, pelantikan tidak jadi 25 Februari di Istana. Akan tetapi dipercepat pada 15 Februari dan dilaksanakan di provinsi,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi usai memimpin rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (3/2).

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu memang sempat muncul wacana pelantikan kepala daerah terpilih baik gubernur, bupati, dan walikota dilaksanakan serentak di Istana Negara. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Dalam hal ini, Pemerintah Pusat perlu membuat Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur hal tersebut. “Namun ternyata, Pemerintah Pusat akhirnya tidak merubah Undang-Undang,” imbuhnya.

Kendati demikian, lanjut dia, hal tersebut tidak menjadi masalah. Pihaknya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan berkordinasi mempersiapkan pelantikan serta serah terima jabatan dengan Penjabat (Pj) Walikota yang lama. Selain itu, juga mempersiapkan sidang paripurna untuk memperkenalkan walikota terpilih sehingga dapat langsung bekerja.

“Tentunya nanti diharapkan ada percepatan pembangunan. Apa yang disampaikan pasangan terpilih dalam visi misi dapat segera direalisasikan,” sambungnya.

Menurut Supriyadi, hal tersebut merupakan tugas yang tidak ringan. Karena mereka harus membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terlebih dahulu untuk selanjutnya diaplikasikan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

“Karenanya, harus ada sinkronisasi dengan visi misi walikota terpilih,” tukas politikus PDI Perjuangan itu.

Terpisah, Penjabat (Pj) Walikota Semarang, Tavip Supriyanto membenarkan jika pelantikan walikota terpilih tidak jadi dilaksanakan di Istana Negara. Namun ia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan pelantikannya karena masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. “Rencananya Jumat (5/2) nanti kami dikumpulkan di Provinsi untuk mendapatkan pengarahan,” imbuhnya.

Ia menegaskan, Pemkot Semarang siap melakukan kegiatan pelantikan serta serah terima jabatan. Akan tetapi, menurutnya, kegiatan tersebut akan dilakukan sesederhana dan sesimpel mungkin.

“Yang terpenting walikota yang baru bisa langsung bekerja,” pungkas pria yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Provinsi Jawa Tengah itu.

Untuk diketahui, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 lalu, pasangan calon  Walikota-Wakil Walikota Semarang nomor urut dua, Hendrar Prihadi–Hevearita Gunaryanti Rahayu terpilih sebagai pemenang mengalahkan dua pasangan calon lainnya. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang secara resmi telah menetapkan keduanya sebagai Walikota-Wakil Walikota Semarang periode 2016-2021, namun hingga saat ini proses pelantikan tak kunjung dilaksanakan. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *