Pj. Walikota Minta Warga Kampung Tambaklorok Tidak Resah

  • Whatsapp
Warga Tambaklorok ketika dikunjungi Jokowi, Selasa, 2 Desember 2014.

SEMARANG, Jowonews.com – Penjabat Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto meminta warga Kampung Tambaklorok tidak resah dengan pembangunan kampung bahari yang dikhawatirkan akan menggusur rumah warga.

“Intinya, tidak ada penggusuran. Kami masih lakukan pengkajian mengenai Kampung Bahari Tambaklorok, nantinya hasil kajian ini akan disosialisasikan kepada masyarakat,” katanya di Semarang, Rabu.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, sosialisasi awal sudah dilakukan kepada warga Tambaklorok mengenai rencana pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi-sosialisasi terus.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Jawa Tengah itu mengakui sudah ditemui perwakilan warga Kampung Tambaklorok yang mengaku resah karena rumahnya terancam tergusur.

“Makanya, kami akan secepatnya melakukan sosialisasi lagi agar mereka tidak resah. Sekarang ini kan yang dilakukan di sana adalah penanggulan, untuk pengerukan sungai mulai kami siapkan,” katanya.

Kalau untuk penataan kawasan, kata dia, akan dilakukan secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan warga yang terkena dampak dari berbagai aspek, seperti ekonomi, sampai perbaikan kualitas hidup.

“Mengenai yang terkena dampak atau tidak, tetap kami perhatikan dari berbagai aspek. Aspek ekonominya, bagaimana saat dia (nelayan, red.) tidak melaut, itu semua sudah kami pikirkan,” katanya.

Penataan tempat pelelangan ikan (TPI) yang ada di kawasan itu, kata dia, juga sudah dipikirkan serta kebutuhan-kebutuhan lainnya, seperti tempat bermain bagi anak-anak sekitar.

“Nanti, setelah pengkajian ini selesai akan segera kami sosialisasikan supaya tidak ada kegamangan warga di sana akan terkena atau tidak. Semua sudah direncanakan, cuma butuh sosialisasi,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi menegaskan rencana pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok harus dilakukan secara intens terhadap warga setempat.

“Warga kan resah dengan rencana penggusuran. Makanya, sosialisasi harus dilakukan terus-menerus. Kami yakin warga Tambaklorok mendukung pembangunan kampung bahari di wilayah mereka,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengakui sudah menerima keluhan dan pengaduan dari warga Tambaklorok yang resah dengan rencana penggusuran rumah mereka seiring dengan pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok.

Supriyadi menyebutkan setidaknya ada 126 petak rumah yang akan terkena penggusuran sebagai dampak pelebaran sungai, dan sebanyak 84 petak rumah warga di antaranya sudah bersertifikat hak milik.  (JN16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *