DIY Minta Peternak Pertahankan Sapi Betina Putih

  • Whatsapp

YOGYAKARTA, Jowonews.com – Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta para peternak mempertahankan populasi sapi betina putih atau peranakan ongole dengan tidak memotong atau menjualnya karena berpengaruh terhadap produksi serta populasi sapi di daerah itu.

“Untuk menjaga populasi, kami berharap jangan sampai ada sapi betina putih masuk rumah jagal atau dijual keluar,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutarno di Yogyakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya

Menurut Sutarno hingga saat ini jumlah populasi sapi di DIY mencapai 300.000 ekor yang terdiri atas 60 persen sapi jenis limousin, simental, dan sapi blasteran keduanya dan 40 persen merupakan sapi putih.

Setiap hari raya Idul Adha, kata Sutarno, banyak peternak sapi yang menjual sapi betina di pasaran, sebab permintaan sapi betina biasanya lebih banyak dibandingkan sapi jantan yang harganya lebih mahal.

“Karena sapi jantan lebih besar dan harganya lebih mahal, banyak pelanggan lebih memilih sapi betina,” kata dia.

Sapi putih atau sapi jawa, kata dia, memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan sapi peranakan limousin, simental, serta sapi blasteran. Indukan sapi putih, menurut dia, lebih produktif atau cepat berkembang biak dibandingkan sapi lainnya.

“Sehingga keberadaan sapi betina putih penting untuk mempertahankan populasi dan produksi sapi di DIY,” kata dia.

Selain itu, menurut Sutarno sapi putih juga relatif membutuhkan biaya perawatan yang murah serta lebih mampu menyesuaikan berbagai cuaca dibanding sapi lainnya.

Untuk mempertahankan populasi sapi putih, Distan DIY menurut Sutarno juga akan memberikan insentif Rp600.000 bagi para peternak yang memiliki sapi putih bunting agar dapat mempertahankan dan meningkatkan perawatan khusus.

“Dengan insentif kami harapkan mereka termotivasi untuk tidak begitu saja menjual sapinya,” kata dia.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan populasi sapi putih, ia juga mengimbau peternak sapi dapat mengoptimalkan lahan hijauan pakan ternak (HPT).

“Kalau menginginkan ada peningkatan tentu juga harus didukung dengan pencukupan pakan bagi tiap-tiap sapi,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *