Uji Coba Mentik Wangi Organik Hasilkan 9,7 Ton GKP

  • Whatsapp

PATI, Jowonews.com – Kelompok Tani Mustika di Kabupaten Pati semakin menunjukkan kreatifitasnya dalam membudidayakan pertanian organik. Setelah sebelumnya sukses memanen padi merah organik, kali ini mereka kembali sukses melakukan panen padi organik dengan varietas mentik wangi.

Pada panen kali ini, Bupati Pati Haryanto dengan didampingi Asisten II, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, serta beberapa pejabat kabupaten maupun kecamatan meninjau dan memimpin langsung panen. Dari hasil ubinan, diketahui panen kali ini menghasilkan 9,76 Ton Gabah Kering Panen (GKP). Mengetahui hasil tersebut Bupati Pati menyampaikan selamat sekaligus mengapresiasi inisiatif para petani dalam mengembangkan pertanian organik.

Bacaan Lainnya

“Pertanian organik mengingatkan kita ke masa lalu, namun ternyata MUSTiKA dapat melakukannya dengan teknologi yang baik, sehingga mampu menghasilkan panen yang memuaskan”, kata Bupati dalam sambutannya.

Pertanian organik yang dikembangkan MUSTiKA menggunakan tata cara System of Rice Intensification (SRI). Berbeda dengan cara bertani konvensional, SRI dipilih karena lebih hemat air, namun mampu mendatangkan hasil yang cukup besar. SRI menggunakan cara tanam tunggal yang ditanam pada usia muda antara 5-7 hari, dengan akar horizontal.

Bupati juga berpesan kepada petani di MUSTiKA agar terus mengembangkan kegiatan pertanian organiknya, karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Berbagai upaya peningkatan hasil panen penting untuk dilakukan karena saat ini orientasi bertani sudah berubah. “Jika dulu bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga, saat ini orientasinya adalah sebagai pendapatan. Oleh karenanya segala upaya peningkatan produktifitas harus didukung, terutama oleh pemerintah”, kata Bupati menyemangati.

Hanya saja, pertanian organik memang memerlukan waktu untuk mencapai hasil maksimal, karena ada proses adaptasi lahan dari yang awalnya dikelola secara konvensional menggunakan pupuk kimia menjadi pupuk organik, demikian juga dengan aneka pestisida untuk menghalau hama pengganggu.

Terpisah, ketua MUSTiKA, Suroto menyampaikan harapannya agar Bupati dapat terus memberikan dukungan teradap upaya pengembangan dan perluasan pertanian organik, khususnya sistem SRI. Suroto menyampaikan upaya kelompoknya untuk mengkampanyekan pertanian organik sudah dilakukan selama dua musim tanam terakhir. 

“Untuk mengembangkan pertanian organik, kami mengadakan pelatihan, pendampingan hingga bantuan pupuk organik atau kompos secara gratis kepada para petani yang berminat mencoba mempraktikkan pertanian organik”, jelas Suroto.

Pertanian organik yang dikelola Suroto dan kelompoknya MUSTiKA menanam empat varietas, yaitu merah inpari 24, mentik wangi, IPB 3 S, dan beras hitam. Dari keempat vareitas tersebut, dua varietas sudah dipanen, yaitu merah dan mentik wangi. Sedangkan dua varietas lainnya yaitu IPB 3 S dan hitam diperkirakan akan panen pada awal maret.

Secara keseluruhan proses dan hasil pertanian organik yang dikembangkan di Pati ini telah sesuai dengan harapan, semua proses didampingi secara intensif oleh Nusantara Organik SRI Center (NOSC) dari Sukabumi, yang telah diakui berpengalaman dalam budidaya pertanian organik dengan metode SRI.

Bupati Pati juga mengingatkan agar dalam pengembangan pertanian organik, MUSTiKA harus ulet menghadapi aneka tantangan. “Kalau ada yang berkomentar bertani kok aneh-aneh karena tidak memakai pupuk kimia, itu biasa jangan patah semangat, kami di pemerintahan senantiasa mendukung,” tutup Bupati. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *