Antisipasi DBD, PMI Salatiga Stok Darah

  • Whatsapp

SALATIGA, Jowonews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga memperbanyak stok darah. Langkah itu dalam rangka mengantisipasi peningkatanpermintaan darah, seiring merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD). Namun demikian, sampai sekarang permintaan darah di Salatiga masih normal.

Menurut Ketua PMI Salatiga Muh. Haris, rata-rata setiap harinya stok darah di Kota Salatiga antara 200 hingga 250 kantong. Stok tersebut juga tersebar di sejumlah rumah sakit yang ada di Salatiga. Bahkan juga memasok di rumah sakit di wilayah sekitar seperti Ambarawa dan Boyolali. Dan saat ini belum ada lonjakkan permintaan.

Bacaan Lainnya

“Saat ini persediaan darah tidak ada masalah. Jadi, kalau ke depan ada permintaan terkait penyakit DBD, kami bisa mengantisipasinya,” ujar Muh. Haris yang juga Wakil Walikota Salatiga ini.

Dikatakan Muh. Haris, beberapa pekan terakhir meski terjadi sedikit permintaan terutama untuk pasien DBD, tetapi stok yang ada ini sudah mampu untuk memenuhi permintaan. ” Saat ini masih normal, memang ada sedikit kenaikan sekitar 10 persen dari hari sebelumnya, tetapi masih bisa di cover oleh stok yang ada,” imbuhnya.

Haris mengungkapkan saat ini yang menjadi kendala PMI Kota Salatiga adalah belum adanya alat yang digunakan untuk memisahkan darah dan trombosit. Selama ini untuk proses pemisahan masih mengandalkan dari sejumlah rumah sakit. Sementara untuk pengadaan alat ini sendiri biayanya juga tidak murah, dimana satu alat harganya sekitar Rp 600 juta.

Mengenai pasokan darah, Haris menyatakan sekarang ini yang paling sulit dicari adalah golongan darah A. Sehingga, salah satu yang dikhawatirkan adalah ketika permintaan untuk golongan darah A ini meningkat sementara pasokan tidak ada.

”Namun kami bersyukur, belum sempat ada kekurangan, karena kebetulan permintaan yang banyak justru selain golongan darah A, seperti B dan O sehingga tidak ada masalah,” imbuhnya.

Ditambahkan Haris, untuk memperkuat stok darah, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke sejumlah elemen masyarakat. Bahkan, PMI Kota Salatiga kini aktif melakukan jemput bola hingga RT dan RW.

”Kita jemput bola, misalnya ada lima orang saja yang akan donor, langsung kita ambil. Tentunya dicek dulu layak tidak darahnya,” imbuhnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *