Karnaval Lampion Imlek Siswa Kebon Dalem Merahkan Pecinan

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com -Suasana di kawasan pecinan Kamis (4/2) sore mendadak serba merah dan menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar. Ratusan siswa TK, SD-SMA Kebon Dalem dibawah nauangan Yayasan Penyelengaraan Illahi Indonesia (YPII) membawa lampion yang terbuat dari benang merah kreativitas buatannya sendiri.

Kegiatan dalam rangka memperingati Imlek dimanfaatkan Sekolah Kebon Dalem untuk lebih dahulu tampil dengan mengajak siswanya longmarch membawa sebanyak 2.567 lampion. Jumlah tersebut bersamaan dalam rangka Imlek yang ke-2567 yang jatuh pada tangal 8 Februari mendatang.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan, siswa terlihat antusias dengan masing-masing membawa satu hingga dua lampion. Mereka berbaur menjadi satu seakan tidak terlihat lelah meski harus keliling sekitar pecinan. “Rasanya senang bisa ikut karnaval membawa lampion sama teman-teman,” ujar Budi, siswa SMP Kebon Dalem.

Bahkan tak hanya siswa yang ikut longmarch atau karnaval, para guru dan karyawan juga dilibatkan ikut tampil dengan berjalan kaki. Karena mereka benar-benar ingin menyemarakkan Imlek sebelum liburan.

Thio Hok Lay SSi, Kepsek SMA Kebon Dalem mengatakan, karnaval lampion ini diikuti sebanyak 1.000 peserta dan hanya berputar sekitar Kelurahan Kranggan. “Tujuannya juga ingin menumbuhkembangkan semangat mencintai dan memelihara budaya kepada siswa. Dengan diajak karnaval begini siswa kan jadi mengtahui dan ikut senang. Selain itu makna lampion bagi mereka juga bisa dipahami,” jelasnya.

Ditambahkan, lampion-lampion yang mereka bawa adalah kreativitas anak yang sebelumnya sudah dibuat di sekolah. “Ya unik dan kreatif, karena hanya bermodalkan benang merah, balon dan lem bisa jadi lampion,” pungkasnya.

Acara tersebut juga mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) sekaligus dihadiri Direktur Leprid Paulus Pangka SH dan Walikota Semarang terpilih Hendrar Prihadi. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *