Bantuan Faskes Terkendala Adminduk

  • Whatsapp

BOYOLALI, Jowonews.com – Penderita lumpuh layu, Dwi Sugiyanto alias Rebo (17) dan Hydrocefalus, Siti Aisyah (1,5), warga Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dari pemerintah.

Keduanya terkendala administrasi kependudukan. Rebo dan Siti, tidak terdaftar dalam keanggotaan kartu keluarga (KK) manapun. 

Bacaan Lainnya

Setelah kasus sakit yang dialami Rebo dan Siti ini mencuat ke publik, Pemkab Boyolali langsung bergerak. Pemkab berupaya kedua anak itu bisa mendapatkan akses fasilitas kesehatan gratis dari masyarakat, mengingat keduanya juga dari keluarga tidak mampu. 

Pemerintah berupaya agar kedua warga desa di pinggiran Waduk Kedungombo (WKO) tersebut memiliki nomor induk kependudukan (NIK) dan terdaftar dalam KK keluarganya. Sehingga mudah untuk mengakses layanan kesehatan maupun bantuan dari pemerintah.

“Sebelumnya, Rebo tidak terdaftar di KK orang tuanya. Mungkin salah satu alasannya karena lumpuh itu jadi selama 17 tahun tidak dimasukkan dalam KK. Ini sudah diupayakan untuk masuk KK,” ujar Kasubag Humas dan Protokol Setda Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani Kamis (4/2). 

Hal sama dialami balita penderita Hydrocefalus, Siti Aisyah. Selama ini Aisyah tidak memiliki akta apapun tentang kependudukan. Orang tuanya tidak punya KK. “Namun, saat ini sudah dibuatkan,” katanya. 

Pemkab Boyolali juga melibatkan bidan desa setempat untuk mengusur surat-suratnya agar kedua anak itu bisa menjadi peserta jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Sebagai tindak lanjutnya, Rebo kemudian diusulkan oleh Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) untuk mendapatkan bantuan berupa uang bagi orang dengan kecacatan berat (ODKB). Bantuan senilai Rp 300.000/bulan itu diusulkan ke APBN. 

Pemkab Boyolali sedang mengajukan bantuan untuk Rebo itu ke pemerintah pusat. “Ini baru kami ajukan ke APBN. Untuk sementara ini, Rebo kami bantu jatah hidup dari APBD senilai Rp 100.000/bulan,” kata Kabid Sosial, Dinas Sosial, Dinsosnakertrans Boyolali, Hanik Nuril Qoyimah. 

Sedangkan untuk Siti Aisyah, akan dirawat di Yayasan Peduli Anak-anak Penderita Hydrocefalus Anne Avantie di Semarang. “Siti Aisyah untuk sementara ini masih ditangani Dinkes untuk scan kepala. Setelah hasil scan keluar, kami akan bawa ke Yayasan Anne Avantie,” imbuh Hanik. 

Sementara itu pada Rabu (3/2), Pj Bupati Boyolali, Sri Ardiningsih, bersama Kepala Dinsosnakertrans Boyolali, Purwanto, dan Kabag Humas Wiwis Trisiwi Handayani mengunjungi keluarga Rebo dan Siti Aisyah.

“Untuk memberikan semangat kepada keluarga Rebo dan Siti Aisyah. Kunjungan kami juga sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada warganya agar ada kemudahan akses untuk mendapatkan bantuan pemerintah,” tandas Wiwis. (JN01/JN03) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *