Empat Terdakwa Kolam Retensi Dituntut 1 Tahun

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Empat terdakwa kasus korupsi Kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan dituntut rata alias sama oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jateng. Keempatnya, Nugroho Joko Purwanto, Rosyid Hudoyo, Imron Rosyadi, dan Tyas Sapto Nugroho dituntut dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Hal itu terungkap pada sidang lanjutan dengan agenda tutunan di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (4/2).

Oleh jaksa penuntut, keempatnya dinilai telah melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP sesuai dengan dakwaan subsider.

Bacaan Lainnya

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangkan dengan masa tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar jaksa penuntut Sri Heryono di hadapan hakim ketua Gatot Susanto.

Keempat terdakwa juga dituntut agar membayar denda sebesar Rp. 50 juta dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama 3 bulan.

Terkait kerugian negara senilai Rp. 4, 635 miliar, jaksa penuntut beranggapan bahwa keempat terdakwa tidak menikmati uang tersebut. Oleh karena itu,jaksa mengatakan bahwa para terdakwa tidak dikenakan hukuman uang pengganti. Sementara itu, kerugian negara dilimpahkan kepada kasus yang sama dengan terdakwa Handawati selaku direktur PT Harmony Internasional Technology.

“Dikarenakan uang pengganti telah dilimpahkan dalam berkas terdakwa Handawati, maka keempat terdakwa tidak dikenakan hukuman uang pengganti,” ujar jaksa.

Atas tuntutan tersebut, keempat terdakwa dengan didampingi penasehat hukum masing-masing menyatakan akan mengajukan nota pembelaan.”Kami akan mengajukan pembelaan, yang mulia,” ujar Nuhroho disusul terdakwa lainnya.

Seperti diketahui dalam sidang dakwaan, jaksa menyebut terdakwa Nugroho Joko Purwanto yang juga sebagai Pengguna Anggaran (PA) bersama dengan tiga terdakwa di atas serta dua terdakwa lain masing-masing Direktur PT Harmony International Technology (HIT) Handawati Utomo dan Komisaris PT HIT Tri Budi Purwanto telah melakukan perbuatan melawan hukum dan memperkaya diri atau institusi sehingga merugikan negara sebesar Rp 4,6 miliar.

Meski progress pengerjaan proyek baru mencapai 97% namun pembayaran kepada rekanan telah dilakukan serta juga telah diserahterimakan. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *