Empat Tahun Siswa Belajar Lesehan, Malah Dibantu Gedung Perpustakaan

  • Whatsapp

BATANG, Jowonews.com – Sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Batang ternyata masih ada yang memprihatinkan. Seperti yang terjadi di SD Wonorojo, Desa/Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Ratusan siswa kelas 4, 5 dan 6 ternyata harus menuntu ilmu dengan lesehan alias tanpa ada kursi dan meja. Dan kejadian memprihatinkan ini sudah berlangsung selama empat tahun terakhir. 

Proses belajar dan mengajar terpaksa tidak menggunakan meja kursi karena rusak sejak 5 tahun yang lalu. Pihak sekolah sudah berulangkali mengajukan permohonan pengadaan meja dan kursi ke Bupati namun permintaan itu tidak pernah dikabulkan.

Bacaan Lainnya

Namun Bupati Batang Yoyok Rio Sudibyo, justru mengabulkan penambangan gedung perpustakaan sekolah. Ironisnya, saat ini gedung sekolah itu juga mangkrak karena tidak ada buku bacaan yang bisa digunakan oleh siswa untuk menambah pengetahuan.

Minimnya ruangan pada SD Wonorojo, membuat para guru kelas harus rela berbagi ruangan dengan siswa kelas 2, yang menggunakan sebagian ruang guru menjadi tempat belajar dan mengajar siswa tersebut. Untuk istirahat atau mengerjakan tugas sekolah, para guru lebih memilih berada di dalam kelas, termasuk jam waktu istirahat.

Kepala Sekolah SD Wonorojo, Kecamatan Reban, Casmono, ditemui kemarin mengungkapkan akibat kondisi ini maka prestasi pendidikan siswanya juga tidak terlalu bagus. Menurutnya meja kursi yang selama ini ada, sebagian besar rusak dan tidak bisa lagi digunakan.

“Ada 125 anak yang belajar di kelas tidak menggunakan meja kursi atau lesehan, yakni kelas 4, 5 dan 6 SD. Ini sudah berlangsung selamaempat tahun terakhir,” keluh Casmono.

Dia mengatakan untuk mengatasi kekurangan mejak dan kursi, dirinya bersama guru yang lain, sering melakukan iuran untuk memperbaiki meja dan kursi, dengan membeli kayu dan memanggil tukang kayu. Atas kondisinya, seharunya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Pemda Batang, memprioritaskan mebuler sekolah yang sudah rusak, buka memberikan bantuan tapi tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Seperti adanya bantuan gedung perpustakaan, yang tanpa dilengkapi buku dan kebutuhan lainnya.

“Sejak tahun 1980 an, meja dan kursi ini belum pernah diganti. Saya mohon Bupati Yoyok mau memberikan bantuan meja kursi pada sekolah kami, agar anak siswa kami bisa belajar dengan baik, terlebih siswa kelas 6 yang sebentar lagi akan mengikuti ujian,” kata Casmono.

Sementara itu, Aisyah (9) siswa kelas 4 SD Wonorojo, mengaku selalu pusing dan pegal serta capek, setiap kali mengikuti pelajar di kelas. Karena harus duduk bersila selama 6 jam sehari, untuk mengiktu pelajaran di kelas.

Dia berharap pihak sekolah menyediakan alas untuk tempat duduk, agar tidak dingin ketika hujan turun. Jika hujan bisa menyebabkanmasuk angin, karena lantai kelas yang dingin. “Saya belajar dengan duduk bersila seperti ini,” ungkap Aisyah.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *